Mason Greenwood Diskors dari Manchester United Usai Lakukan Pelecehan Seksual dan Kekerasan

Kasus Mason Greenwood, gelandang depan Manchester United hingga kini masih diselidiki.

oleh Meiristica NurulDiperbarui 31 Januari 2022, 09:38 WIB
Kasus Mason Greenwood, gelandang depan Manchester United hingga kini masih diselidiki. (Foto: Instagram/@masongreenwood)

Liputan6.com, Jakarta - Mason Greenwood, gelandang depan Manchester United (MU) tidak akan berlatih bersama klub sampai pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini terjadi setelah ada tuduhan Greenwood melakukan pelecehan seksual kepada seorang wanita.

Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki insiden tersebut, dilansir nypost.com, Minggu (30/1/2022).

Pernyataan ini dikeluarkan sebagai tanggapan pihak Klub Liga Premier atas tuduhan seorang wanita melalui video, foto dan rekaman audio.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Cari Kebenaran

Mason Greenwood (Foto: Instagram/@masongreenwood)

Pihak Klub juga tidak tinggal diam untuk mengetahui kebenaran kabar tersebut. Mereka saat ini sedang mencari fakta-fakta kebenarannya.

 


Tidak Memaafkan

Mason Greenwood (Foto: Instagram/@masongreenwood)

"Manchester United tidak memaafkan kekerasan dalam bentuk apa pun," kata klub tersebut.

 


Lakukan Penyerangan

Mason Greenwood, dituduh melakukan penyerangan oleh seorang wanita. Dalam postingannya ia memperlihatkan cedera serius yang diklaim dilakukan oleh bintang MU.

Sejumlah foto, video, dan voice not diunggah di Instagram wanita itu. Termasuk satu bibirnya berdarah parah dan beberapa memar di wajah, tubuh dan pahanya, dilansir mirror.co.uk.

 


Ditangkap

Polisi Greater Manchester mengeluarkan pernyataan bahwa mereka sedang menyelidiki masalah tersebut. GMP mengkonfirmasi bahwa Greenwood telah ditangkap atas tuduhan pemerkosaan dan penyerangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya