Soal Dugaan Bisnis Vaksin, Komisi IX DPR Bakal Bahas dalam Panja

Ia mengatakan, bahwa jika memang vaksinasi ini kental dengan nuansa bisnis, maka akan menjadi evaluasi bersama.

oleh Liputan6.comDiperbarui 21 Januari 2022, 20:54 WIB
Petugas medis bersiap melakukan vaksin Covid-19 untuk karyawan ritel di Lippo Plaza Ekalokasari, Bogor, Jabar, Senin (29/03/2021). Layanan vaksinasi karyawan ritel yang berlangsung 2 hari didukung tenaga medis dari RS Siloam Hospitals Bogor dan 3 Puskesmas Kota Bogor. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKB, Nur Nadlifah menegaskan akan serius mengawasi vaksinasi Covid-19 yang tengah berlangsung, khususnya terkait dengan adanya isu bisnis dalam vaksin.

Ia mengatakan, bahwa jika memang vaksinasi ini kental dengan nuansa bisnis, maka akan menjadi evaluasi bersama.

"Kita akan mengawasi itu pasti, jika vaksin ini kental dengan bisnis ini akan menjadi evaluasi bagi kita. Kita akan kejar juga," ucapnya saat menghadiri acara dialog, Jumat (21/1/2022).

Selain isu bisnis, ia juga mengatakan bahwa vaksin yang sudah kedaluarsa hasil dari bantuan juga akan menjadi evaluasi penting.

"Vaksin yang sudah expired itu dari bantuan. Kami juga akan tetap memantau dan juga menanyakan kenapa harus expired," ungkapnya.

Jadi Bahan Pembahasan Penting

Isu-isu tersebut, kata Nur, akan menjadi bahan pembahasan penting setelah terbentuknya Panitia Kerja (Panja) pada Kamis (20/1/2022) kemarin.

"Akan menjadi masukan (pembahasan) buat kami, kebetulan Panja baru terbentuk kemarin dan ini juga temen-temen fraksi belum menentukan anggota Panja-nya," ucapnya.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya