Penelitian: Sel-T Flu Mampu Beri Perlindungan dari Corona COVID-19

Penelitian yang dimulai pada September 2020 itu, melihat tingkat sel-T reaktif silang yang dihasilkan oleh flu biasa pada 52 kontak rumah tangga.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 13 Januari 2022, 09:03 WIB
Ilustrasi virus corona COVID-19, omicron. (Photo by starline on Freepik)

Liputan6.com, London - Studi yang dilakukan oleh Imperial College London yang diterbitkan pada Senin (10/1), menunjukkan sel-T tingkat tinggi dari virus flu biasa dapat memberikan perlindungan terhadap COVID-19. Temuan tersebut memberikan informasi mengenai pendekatan yang dapat digunakan untuk membuat vaksin generasi kedua.

Kekebalan terhadap COVID-19 adalah gambaran yang kompleks. Bukti konkret menunjukkan adanya penurunan antibodi enam bulan setelah seorang individu mendapatkan vaksin. Namun sel-T diyakini memainkan peran penting dalam memberikan perlindungan tersebut.

Penelitian yang dimulai pada September 2020 itu, melihat tingkat sel-T reaktif silang yang dihasilkan oleh flu biasa pada 52 kontak rumah tangga tak lama setelah terpapar COVID-19, untuk melihat apakah mereka terus meningkatkan infeksi.

Studi tersebut menemukan 26 orang yang tidak terinfeksi memiliki tingkat sel-T yang jauh lebih tinggi daripada orang yang terinfeksi. Imperial tidak mengatakan berapa lama perlindungan sel-T akan bertahan, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Kamis (13/1/2022)

"Kami menemukan bahwa sel-T tingkat tinggi yang sudah ada sebelumnya, yang dibuat oleh tubuh ketika terinfeksi virus corona manusia lainnya seperti flu biasa, dapat melindungi dari infeksi COVID-19," kata penulis studi Dr Rhia Kundu, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Penulis penelitian itu, yang diterbitkan di jurnal Nature Communications, mengatakan bahwa protein internal virus SARS-CoV-2 yang ditargetkan oleh sel-T dapat menawarkan target alternatif bagi pembuat vaksin.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Protein Lonjakan

Warga menunggu untuk menerima dosis vaksin virus corona COVID-19 Sinovac di sebuah mal di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (23/9/2021). Vaksinasi COVID-19 di Surabaya dilakukan di fasilitas kesehatan, mal, perkantoran, kelurahan hingga balai RW. (Juni Kriswanto/AFP)

Vaksin COVID-19 saat ini menargetkan protein lonjakan, yang bermutasi secara teratur, menciptakan varian seperti Omicron yang mengurangi kemanjuran vaksin melawan infeksi bergejala.

"Sebaliknya, protein internal yang ditargetkan oleh sel-T pelindung yang kami identifikasi bermutasi jauh lebih sedikit," kata Profesor Ajit Lalvani, rekan penulis studi tersebut.

"Akibatnya, mereka awet berada di antara berbagai varian SARS-CoV-2, termasuk omicron. Oleh karena itu, vaksin baru yang menyertakan protein internal yang dilestarikan ini akan menginduksi respons sel T pelindung yang luas yang seharusnya melindungi dari varian SARS-CoV-2 pada saat ini dan di masa depan," katanya.

Infografis Perang Global Melawan Corona

Infografis Perang Global Melawan Corona (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya