Liputan6.com, Jakarta James Franco mendadak jadi pusat perhatian lagi, setelah hadir dalam "The Jess Cagle Podcast" dari Sirius XM. Ia buka suara soal skandal yang menjeratnya sejak hampir empat tahun lalu, yakni tuduhan bahwa ia melakukan pelecehan seksual.
Seperti diketahui, pada Januari 2018 silam lima wanita menuduh James Franco telah berlaku tak senonoh. Empat dari lima wanita ini, adalah muridnya di sekolah akting yang ia dirikan, Playhouse West Studio 4. Sekolah tersebut kini sudah tutup.
Advertisement
Tahun 2019, dua mantan siswinya mengajukan gugatan pelecehan seksual, eksploitasi, dan pemaksaan. Juni lalu, terkuak bahwa sang aktor setuju membayar ganti rugi sebesar US$ 2,2 juta atas permasalahan ini.
Dalam wawancara di siniar tersebut, sang bintang film Spider-Man versi Tobey Maguire ini mengungkap sejumlah pengakuan mencengangkan. Simak lima di antaranya:
Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
1. Tiduri Siswi
James Franco mengaku bahwa ia melakukan hubungan intim dengan sejumlah siswi di sekolahnya.
"Begini, aku mengakui pernah tidur dengan murid-muridku. Aku enggak tidur dengan siapa pun di kelas [yang dituduhkan kepadanya]. Tapi selama mengajar, aku memang tidur dengan sejumlah murid, dan ini adalah hal yang salah," kata dia, diwartakan E! News.
2. Pikir Suka Sama Suka
People menulis bahwa wanita yang melempar tudingan kepada James Franco menyebut sang aktor memanfaatkan kekuasaan dan mengeksploitasi mereka dengan kedok akan menawarkan kesempatan di dunia hiburan. Tapi menurut James Franco, yang ia lakukan adalah hubungan konsensual.
"Tapi ya, ada beberapa hal di mana aku melakukan hal konsensual dengan murid, yang tak seharusnya kulakukan. Saat itu aku berpikir, kalau suka sama suka, maka tak apa-apa," ia melanjutkan.
3. Ajar Kelas
Perilaku James Franco yang dipermasalahkan disebut terjadi saat kelas berlangsung. Ia mengajar kelas bertajuk "Sex Scenes", dan dituduh memilih-milih murid yang ikut di dalamnya.
Ia juga dituding mendorong murid untuk lewat batasan, seperti melepas plastik pelindung yang menutupi bagian intim para wanita ini dan memeragakan aktivitas seksual.