Perusahaan asuransi umum, PT Pan Pacific Insurance (Panfic), berencana masuk ke bisnis produk asuransi syariah. Ekspansi unit usaha tersebut sebagai upaya meraih target perolehan premi sebesar Rp 407 miliar di 2013, atau naik 35,7 persen dari perkiraan 2012 sebesar Rp 300 miliar.
"Kita ada rencana untuk syariah sudah ada izin dari Dewan Syariah Nasional, sedang persiapan proses ke Kementeri Keuangan. Diharapkan segera bisa berjalan," Wakil Presiden Direktur Pan Pacific Insurance, Junaidi, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/1/2013).
Panfic memiliki berbagai produk seperti asuransi kendaraan bermotor, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan berat, asuransi kargo, asuransi kebakaran, Surety Bond Insurance, dan lain lain.
Salah satu upaya perseron meraih premi dengan melakukan ekspansi usaha melalui pembukaan kantor baru. Pembuhaan kantor baru yang terbaru adalah Balikpapan, Kalimantan Timur. Target premi untuk wilayah Balikpapan adalah Rp 5 miliar per tahun.
"Target yang akan kami capai adalah pembangunan kantor di wilayah Kalimantan, karena selama ini Panfic belum memiliki kantor di Kalimantan," lanjutnya.
Pembukaan kantor di Balikpapan karena potensinya dinilai besar. Selain di bidang otomotif, potensi besar lainnya adalah di bidang alat berat, dan kesehatan. "Ini karena kota Balikpapan banyak dihuni perusahaan dan industri pemerintahan," tutur dia.
Dia menjelaskan, tujuan Panfic mendirikan kantor di Kalimantan, selain menjangkau kota Balikpapan, juga untuk menjangkau kota Samarinda. Selain itu, Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi yang kaya.
Panfic juga memiliki rekanan bank dan leasing yang sudah exist di kota Balikpapan dan Samarinda. "Ada dua kota besar di Kalimantan, yaitu Balikpapan dan kota Samarinda," kata dia.
Setelah membuka kantor Balikpapan, kata Junaidi, target Panfic selanjutnya adalah pembangunan kantor di Banjarmasin. "Jadi kami akan membangun dua kantor di kota besar di Kalimantan yaitu Balikpapan dan Banjarmasin," tambah dia.
Target market Panfic selanjutnya pada tahun 2013 adalah peresmian 3 kantor dari 7 opsi yang dijajaki. Adapun wilayah yang berpotensi adalah di Sumatera (Aceh dan Lampung), Kalimantan. (Banjarmasin), Jawa (Cilegon dan Malang) serta Bali dan Sulawesi (Manado). (NUR)
"Kita ada rencana untuk syariah sudah ada izin dari Dewan Syariah Nasional, sedang persiapan proses ke Kementeri Keuangan. Diharapkan segera bisa berjalan," Wakil Presiden Direktur Pan Pacific Insurance, Junaidi, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/1/2013).
Panfic memiliki berbagai produk seperti asuransi kendaraan bermotor, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan berat, asuransi kargo, asuransi kebakaran, Surety Bond Insurance, dan lain lain.
Salah satu upaya perseron meraih premi dengan melakukan ekspansi usaha melalui pembukaan kantor baru. Pembuhaan kantor baru yang terbaru adalah Balikpapan, Kalimantan Timur. Target premi untuk wilayah Balikpapan adalah Rp 5 miliar per tahun.
"Target yang akan kami capai adalah pembangunan kantor di wilayah Kalimantan, karena selama ini Panfic belum memiliki kantor di Kalimantan," lanjutnya.
Pembukaan kantor di Balikpapan karena potensinya dinilai besar. Selain di bidang otomotif, potensi besar lainnya adalah di bidang alat berat, dan kesehatan. "Ini karena kota Balikpapan banyak dihuni perusahaan dan industri pemerintahan," tutur dia.
Dia menjelaskan, tujuan Panfic mendirikan kantor di Kalimantan, selain menjangkau kota Balikpapan, juga untuk menjangkau kota Samarinda. Selain itu, Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi yang kaya.
Panfic juga memiliki rekanan bank dan leasing yang sudah exist di kota Balikpapan dan Samarinda. "Ada dua kota besar di Kalimantan, yaitu Balikpapan dan kota Samarinda," kata dia.
Setelah membuka kantor Balikpapan, kata Junaidi, target Panfic selanjutnya adalah pembangunan kantor di Banjarmasin. "Jadi kami akan membangun dua kantor di kota besar di Kalimantan yaitu Balikpapan dan Banjarmasin," tambah dia.
Target market Panfic selanjutnya pada tahun 2013 adalah peresmian 3 kantor dari 7 opsi yang dijajaki. Adapun wilayah yang berpotensi adalah di Sumatera (Aceh dan Lampung), Kalimantan. (Banjarmasin), Jawa (Cilegon dan Malang) serta Bali dan Sulawesi (Manado). (NUR)