Grup band rock Powerslave mampu menyihir sekitar 20.000 penggemarnya saat konser di Pati, Jawa Tengah. Di tengah-tengah konser, sang vokalis, Heidy Ibrahim menyinggung band menye-menye.
Konser bertajuk 'Djarum Super Old and New Rock' yang berlangsung di Pati, Jawa Tengah, Kamis (3/1/2013) malam itu berlangsung megah dan meriah. 20.000 Slavers, sebutan penggemar Powerslave, menyanyi bersama ketika Poweslave membawakan lagu-lagu hits mereka seperti 'Kereta Rock n Roll', 'Jika Kau Mengerti Aku' dan 'Malam Ini'
Selain itu, Heidy berlaku atraktif, tiba-tiba mengusung dan menggendong seorang bayi. "Anak-anak ini adalah generasi atau bara musik Rock ‘N Roll Indonesia masa depan. Metal kecil yang akan melibas generasi menye-menye," teriak Heidy dari atas panggung yang disambut gemuruh tepuk tangan penonton.
Sikap optimis Powerslaves bukan tanpa dasar. Sejak keberadaannya hampir duapuluh tahun silam, grup musik cadas asal Semarang satu ini tercatat mampu memfasilitasi komunitas para penggemarnya. Mereka dirangkul dalam satu wadah dengan sebutan ’Slavers Indonesia’ dan hampir tersebar di kota-kota besar dan kecil di Tanah Air.
"Slavers Indonesia ini memang sungguh luar biasa hebatnya," timpal Wiwiex Soedarno, keyboardist. Senada dengan yang diucapkan sang pencabik bass, Anwar Fatahilah : "Ini merupakan energi rock untuk tahun 2013.”
Kelompok musik rock yang bernaung di label Kereta Rock ’N Roll ini, telah mempersiapkan diri untuk go-internasional. Menurut mereka ada beberapa hal yang sudah dipersiapkan untuk gebrakannya di tahun 2013.
"Kami akan bikin supprise bagi penggemar musik rock," janji Indra Budi, manajer sekaligus produser label Kereta Rock ’N Roll yang menaungi Powerslaves.
Powerslaves saat ini masih tetap memiliki ujung tombak personil Heidy Ibrahim (vokal), Anwar Fatahillah (bass), Wiwiex Soedarmo (keyboard), Robby Rahman – Mahisa (aditional gitar) dan Hengky Alex (aditional drumm). Mereka sudah bersiap-siap mengusung karya musik rock yang elegan, dinamis dan tentu saja dengan balutan-balutan idealisme-nasionalisme.(ROM)
Konser bertajuk 'Djarum Super Old and New Rock' yang berlangsung di Pati, Jawa Tengah, Kamis (3/1/2013) malam itu berlangsung megah dan meriah. 20.000 Slavers, sebutan penggemar Powerslave, menyanyi bersama ketika Poweslave membawakan lagu-lagu hits mereka seperti 'Kereta Rock n Roll', 'Jika Kau Mengerti Aku' dan 'Malam Ini'
Selain itu, Heidy berlaku atraktif, tiba-tiba mengusung dan menggendong seorang bayi. "Anak-anak ini adalah generasi atau bara musik Rock ‘N Roll Indonesia masa depan. Metal kecil yang akan melibas generasi menye-menye," teriak Heidy dari atas panggung yang disambut gemuruh tepuk tangan penonton.
Sikap optimis Powerslaves bukan tanpa dasar. Sejak keberadaannya hampir duapuluh tahun silam, grup musik cadas asal Semarang satu ini tercatat mampu memfasilitasi komunitas para penggemarnya. Mereka dirangkul dalam satu wadah dengan sebutan ’Slavers Indonesia’ dan hampir tersebar di kota-kota besar dan kecil di Tanah Air.
"Slavers Indonesia ini memang sungguh luar biasa hebatnya," timpal Wiwiex Soedarno, keyboardist. Senada dengan yang diucapkan sang pencabik bass, Anwar Fatahilah : "Ini merupakan energi rock untuk tahun 2013.”
Kelompok musik rock yang bernaung di label Kereta Rock ’N Roll ini, telah mempersiapkan diri untuk go-internasional. Menurut mereka ada beberapa hal yang sudah dipersiapkan untuk gebrakannya di tahun 2013.
"Kami akan bikin supprise bagi penggemar musik rock," janji Indra Budi, manajer sekaligus produser label Kereta Rock ’N Roll yang menaungi Powerslaves.
Powerslaves saat ini masih tetap memiliki ujung tombak personil Heidy Ibrahim (vokal), Anwar Fatahillah (bass), Wiwiex Soedarmo (keyboard), Robby Rahman – Mahisa (aditional gitar) dan Hengky Alex (aditional drumm). Mereka sudah bersiap-siap mengusung karya musik rock yang elegan, dinamis dan tentu saja dengan balutan-balutan idealisme-nasionalisme.(ROM)