India Luncurkan Obat Kebotakan yang Murah Versi Generik

Kebotakan yang sering terjadi pada pria, merupakan masalah yang menjengkelkan. Saat ini, para pria tidak perlu repot untuk membeli obat-obatan mahal karena obat generiknya sudah ada.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 Januari 2013, 16:50 WIB
Kebotakan yang sering terjadi pada pria, merupakan masalah yang menjengkelkan. Banyak obat yang digunakan oleh pria untuk menumbuhkan rambutnya kembali.

Saat ini, para pria tidak perlu repot untuk membeli obat-obatan mahal yang bisa menumbuhkan rambutnya karena Obat perusahaan Dr Reddy's Laboratories meluncurkan tablet generik yang bisa mengobati kebotakan pada pria.

Seperti dilansir Zeenews, Jumat (4/1/2013), perusahaan asal India ini meluncurkan tablet Finasteride dengan berat 1 mg di pasar Amerika Serikat pada tanggal 2 Januari. Setelah obat ini disetujui, barulah Dr Reddy akan memasarkannya. Karena masa patennya baru berakhir, obat ini baru bisa dipasarkan  180 hari (6 bulan) ke depan.

"Tablet ini adalah versi generik bioekuivalen dari Merck Sharp & Dohme Corp, anak perusahaan dari Merck & Co Inc Propecia `s tablet,"kata Dr Reddy.

"Saat ini penjualan tablet di Amerika hingga bulan Oktober lalu sudah sekitar Rp 136 juta selama dua belas bulan terakhir," tambahnya.

Obat generik ini tersedia dalam botolan yang berisi 30 dan 90 tablet.

Obat ini rencanya akan memasuki pasar di Bulan Januari ini dan karena masa  patennya akan berakhir pada bulan Oktober 2013, perusahaan Merck juga memberikan pernyataan kalau obat ini bisa dijual mulai 1 Juli 2013.

Sebelumnya perusahaan Merck sedang sibuk menggugat perusahaan Hetero yang melanggar masa paten obat di Amerika Serikat.

"Sebuah gugatan pelanggaran paten diajukan di Amerika serikat terhadap Hetero Drugs Limited yang menjual versi generik ke Propecia," katanya perwakilan perusahaan Merck.

"Pada bulan Maret 2011, perusahaan Merck telah menyelasikan gugatan ini dengan menyetujui kalau Hetero bisa menjual 1 mg generik tanggal 1 Juli 2013," jelas Merck dalam pernyataan SEC. (FIT/IGW)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya