Saham Semen Gresik Beri Keuntungan 741% dalam 7 Tahun

Saham Semen Gresik dalam rentang waktu 2005 hingga 19 Desember 2012 mencapai kenaikan hingga 741% dan berhasil melampaui pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Desember 2012, 17:08 WIB
Saham PT Semen Gresik Tbk makin berkibar di pasar modal Tanah Air. Dalam rentang waktu 2005 hingga 19 Desember 2012, saham emiten berkode SMGR ini mencapai kenaikan hingga 741% dan berhasil melampaui pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kekuatan fundamental BUMN strategis ini sepertinya tak perlu diragukan lagi. Pasalnya saham pemimpin pasar di industri semen itu masuk dalam jajaran saham pilihan alias blue chips.

"Dari sisi kinerja fundamental, saham perseroan tergolong kuat sehingga membuat kepercayaan investor di pasar modal meningkat," terang Sekretaris Perusahaan Semen Gresik, Agung Wiharto di Jakarta, Selasa (25/12/2012).

Dia menghitung, saham perseroan di lantai bursa telah melambung sangat tinggi mencapai 741%.

"Kenaikan ini melampaui IHSG dalam periode yang sama yang naik 327%," paparnya. Artinya selama kurun waktu 7 tahun, rata-rata kontribusi saham setiap tahunnya sekitar 105%.

Secara, keseluruhan, saham SMGR dari Januari-19 Desember 2012 (year to date) sudah naik signifikan sekitar 39% dari pertumbuhan IHSG sekitar 12,25%.

Harga terakhir saham SMGR pada perdagangan Jumat (21/12/2012) bertengger di level 16.100, naik 300 poin atau 1,90%.

Semen Gresik resmi melantai di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada 8 Juli 1991. Saat itu perusahaan yang berdiri tahun 1957 itu melepas saham perdananya ke publik sebanyak 40 juta lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 1.000 per lembar. Sedangkan harga penawaran saham ketika itu Rp 7.000 per lembar.

Dari hasil Initial Public Offering (IPO), perseroan menggunakan dana tersebut untuk membiayai pembangunan pabrik semen di Tuban, Jawa Timur dengan kapasitas 2,3 juta ton semen per tahun. Serta proyek peningkatan optimalisasi pabrik II Gresik dari kapasitas 1 juta ton menjadi 1,3 juta ton per tahun. (FIK/IGW)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya