Dialog dan Kutipan Romantis Penuh Makna dari Serial Jingga dan Senja

Bercerita tentang kisah romansa, banyak dialog dan kutipan romantis yang hadir dalam serial Jingga dan Senja.

oleh Isyhari MaheswarDiterbitkan 06 Desember 2021, 18:40 WIB
Serial Jingga dan Senja sudah hadir dengan episode lengkap. Saksikan hanya di Vidio. (Dok. Vidio)

Liputan6.com, Jakarta Banyak yang bisa didapatkan dari kegiatan menonton film. Mulai dari hiburan yang mengisi waktu luang, pesan moral yang terkandung di dalamnya, hingga dialog-dialog penuh makna.

Jika berbicara soal film romantis, apa yang paling Anda tunggu-tunggu? Tak hanya adegan romantis, hadirnya dialog hingga kutipan yang datang dari beberapa karakter juga sering menjadi incaran penonton.

Dialog atau kutipan yang dihadirkan sering dijadikan pesan untuk memotivasi atau sekadar menjadi gombalan ketika sedang berinteraksi dengan lawan bicara. Salah satunya dapat ditemukan di serial Jingga dan Senja.

Bukan hanya romantis di novelnya saja, kutipan maupun dialog yang ditampilkan semakin membuat penonton baper dan terenyuh mendengarnya. Berikut adalah dialog dan kutipan romantis penuh makna yang hadir dalam serial Jingga dan Senja.


1. Rencana Takdir

Adegan romantis Jingga dan Senja. Ari menghalagni Matahari hanya untuk Tari. (Dok. Vidio)

Dialog romantis Jingga dan Senja pertama kali ditemukan dalam episode yang ke-2. Dalam episode ini, Tari dan Ari baru saja bertemu. Meskipun baru bertemu, Ari sudah banyak memberi peraturan kepada perempuan yang senang dengan warna oranye ini.

Sifat Ari yang selelu memerintah Tari membuatnya geram dan akhirnya kesal hingga meluapkan amarahnya. Ari dengan nada ketus membalas pertanyaan Tari dengan kalimat “lu itu ketemu gue bukan sebuah kebetulan.” 

Dialog ini secara tidak langsung memperlihatkan sisi romantis dari karakter Ari. Sayangnya, cara Ari menyampaikan kalimat ini menggunakan nada yang kurang pas dengan pesan dari kalimat ini.


2. Pujian tak Langsung

Adegan romantis Jingga dan Senja. Helm yang tertinggal. (Dok. Vidio)

Siapa bilang Ari murid yang apatis soal cinta dan sulit membuat kata-kata romantis? Meskipun tampilannya selalu urak-urakan dan kaku, ternyata Ari juga bisa memuji Tari. Dialog romantis ini dapat dilihat pada Jingga dan Senja episode 3.

Dalam episode tersebut, Ari sedang bermain futsal bersama temannya. Tiba-tiba Tari menghampiri. Ia meminta penjelasan tentang janji Ari yang tak akan lagi mengganggu Angga. Tari mengetahui ini karena mendapat laporan dari Angga yang mendapatkan luka lebam akibat berkelahi lagi dengan Ari.

Mencoba membela diri sendiri, Ari menjawab bahwa Angga pengecut karena selalu melapor kepada Tari apa yang baru saja dialaminya. Tari pun mengancam bahwa dirinya akan lebih jahat kepada Ari jika cowok jagoan SMU Airlangga ini enggan berhenti mengusik Angga.

Lanjut Baca:

Ari hanya tersenyum dengan melontarkan kalimat, “cewek semanis lu itu nggak cocok jadi orang jahat.” Jika melihat kata-kata ini di luar konteks, ini merupakan sebuah pujian dari Ari untuk Tari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya