Liputan6.com, Jakarta Babak akhir dari kisah Ata, Tari, dan Ari akhirnya selesai juga. Kini, serial Jingga dan Senja sudah menyentuh episode ke-8 alias yang terakhir.
Semua rahasia yang tersimpan akhirnya terjawab sudah. Butuh waktu lama untuk Ari (Abidzar Al Ghifari) untuk akhirnya memiliki keberanian mengungkapkan semuanya. Hal-hal yang tadinya terlihat begitu menyebalkan untuk Tari, ternyata tidak seburuk apa yang terlihat.
Advertisement
Serial yang diproduksi oleh Rapi Films dengan asosiasi bersama Screenplay Films datang dengan episode perdana pada 29 Oktober 2021 lalu.
Bagi Anda yang sudah mengikuti perjalanan panjang ceritanya, pasti penasaran dengan apa yang terjadi pada pemuda-pemudi ini. Langsung saja simak sinopsis Jingga dan Senja episode 8 berikut ini.
Surat dari Mama
Pengakuan Ari dalam episode 7 Jingga dan Senja membuat Tari kecewa dan sedih. Meskipun mencoba untuk menjelaskan semuanya, nampaknya Tari tidak memberikan kesempatan lagi untuk pria dengan rambut gondrong itu.
Ari bingung dengan semua yang terjadi. Ia akhirnya memutuskan untuk melihat rumah lama di mana keluarganya dulu tinggal. Ketika berdiri di depan gerbang seorang diri, ada seorang wanita paruh baya yang memanggil namanya.
Ari kemudian diajak bertamu ke rumah ibu tersebut yang diketahui bernama Lidya. Di kesempatan ini, Lidya memberikan semua barang-barang kiriman mama Ari. Sayangnya Ari enggan untuk menerimanya dan justru memilih untuk pergi.
Ibu Lidya kemudian mengejar Ari dan memberikan sebuah kaleng yang ternyata berisikan surat-surat yang bertahun-tahun tidak sampai ke tangan Ari. Sesampainya di rumah, Ari membaca surat tersebut satu per satu.
Kepergian Ari
Setelah lama menghabiskan waktu membaca surat itu di kamarnya, Ari tiba-tiba pergi ke suatu tempat. Keputusannya untuk pergi beberapa hari ini tidak ia kabarkan kepada Ridho maupun Oji. Hal ini sontak membuat kedua panik dan menyimpulkan bahwa Ari hilang.
Kabar hilangnya Ari disampaikan Oji kepada Tari. Sayangnya, Tari sangat acuh dan tidak peduli dengan apa yang disampaikan Oji.
Mulut Tari mungkin berkata demikian, namun hatinya tidak bisa berbohong. Ia kemudian mencurahkan hatinya kepada sang Ibu. Ibunya pun menasihatinya untuk mengirimnya pesan singkat bahwa dirinya sudah memaafkan Ari.