Liputan6.com, Jakarta Jika Anda merupakan salah satu pembaca novel Jingga dan Senja, pasti sudah hafal dengan karakter Ari atau yang memiliki nama lengkap Matahari Senja.
Karakter Ari dalam versi serialnya diperankan oleh aktor Abidzar Al Ghifari, orang yang sama yang memainkan karakter Ata. Berbeda dengan kembarannya, Ari sedikit lebih berani namun cenderung kaku.
Advertisement
Sama seperti Tari (Yoriko Angelin), karakter Ari sudah diperkenalkan sejak awal cerita serial romantis ini mulai.
Jika dilihat lebih dalam, karakter Ari bisa saja dikategorikan sebagai karakter protagonis, namun caranya dalam merespon apa yang terjadi di sekitarnya seolah membuat dirinya seperti karakter antagonis.
Agar bisa mengetahui karakter yang sesungguhnya, simak ulasan karakter Ari lebih mendalam melalui artikel ini.
Tak Kenal Rasa Takut
Entah apa yang membuat pemuda berambut gondrong ini selalu maju bak pahlawan menumpas kejahatan. Ia menjadi pentolan sekolah terutama dalam urusan tawuran.
Ada satu musuh yang bisa membuat dirinya terpancing untuk berkelahi, yaitu Angga (Giulio Parengkuan) yang datang dari SMU Brawijaya.
Tidak seperti Angga yang hanya berani berkelahi ketika sedang bersama teman-temannya, Ari yang hanya bermodalkan seorang diri sanggup mendatangi langsung Angga ke sekolahnya.
Adegan ini dapat dilihat ketika Ari datang ke SMU Brawijaya sendirian untuk bertemu dengan Angga. Meskipun Angga dikelilingi oleh teman-temannya yang bisa saja memukul Ari kapanpun, ia tetap tak gentar melangkahkan kakinya ke sekolah sang musuh.
Hal ini ia rela lakukan untuk memberi peringatan kepada Angga untuk tidak kenal bahkan jatuh cinta dengan perempuan yang memiliki nama serupa dengannya, yakni Tari.
Pemberontak
Ari tinggal bersama dengan ayahnya seorang. Ibu dan juga kembarannya sudah tidak bersama mereka. Absennya kehadiran mereka terkadang membuat Ari merasa kesepian.
Tidak hanya di sekolah, rupanya menjadi pemberontak dan senang menciptakan masalah juga terjadi di rumah. Sepertinya ini adalah sifat yang sudah melekat kuat di kepribadiannya.
Bisa dilihat dalam adegan di mana ayah Ari suatu waktu membawa seorang perempuan ke rumahnya. Digadang-gadang, perempuan tersebut adalah calon ibu tiri Ari. Mendengar hal ini Ari tak segan-segan untuk acuh dengan perempuan tersebut.