PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menargetkan penyaluran kredit Konsumer pada tahun depan naik 20 persen sampai 22 persen menjadi Rp 14,4 triliun sampai Rp 14,64 triliun dari perkiraan realisasi penyaluran tahun ini sebesar Rp 12 triliun.
Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia Agus Toni Soetirto mengungkapkan penyaluran kredit terbesar masih untuk Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dan sisanya baru untuk kartu kredit dan lainnya. "Kredit untuk KPR sebesar 70 persen dan sisanya untuk kartu kredit dan lainnya,"jelas dia, Kamis (20/12/2012).
Dia mengatakan penyaluran kredit KPR masih menjadi andalan karena yang terbesar. Selanjutnya baru untuk kartu kredit dan lainnya, seperti kendaraan bermotor.
Dia menyatakan transkasi kartu kredit sampai saat ini sebesar Rp 3 triliun. Perihal kebijakan pembatasan kartu kredit sesuai pendapatan hingga penurunan suku bunga kartu kredit dinilai tidak akan mempengaruhi konsumsi kartu kredit BRI.
"Untuk kartu kredit kami kini sudah memilik 550 ribu, sedangkan untuk suku bunga kami juga sudah rendah, hanya 2,85 persen. Jadi sepertinya tidak ada masalah," tutur dia.
Upaya menarik konsumen kartu kredit dengan memperbanyak promosi atau penawaran di semua area maupun sektor seperti konsumsi.(NUR/IGW)
Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia Agus Toni Soetirto mengungkapkan penyaluran kredit terbesar masih untuk Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dan sisanya baru untuk kartu kredit dan lainnya. "Kredit untuk KPR sebesar 70 persen dan sisanya untuk kartu kredit dan lainnya,"jelas dia, Kamis (20/12/2012).
Dia mengatakan penyaluran kredit KPR masih menjadi andalan karena yang terbesar. Selanjutnya baru untuk kartu kredit dan lainnya, seperti kendaraan bermotor.
Dia menyatakan transkasi kartu kredit sampai saat ini sebesar Rp 3 triliun. Perihal kebijakan pembatasan kartu kredit sesuai pendapatan hingga penurunan suku bunga kartu kredit dinilai tidak akan mempengaruhi konsumsi kartu kredit BRI.
"Untuk kartu kredit kami kini sudah memilik 550 ribu, sedangkan untuk suku bunga kami juga sudah rendah, hanya 2,85 persen. Jadi sepertinya tidak ada masalah," tutur dia.
Upaya menarik konsumen kartu kredit dengan memperbanyak promosi atau penawaran di semua area maupun sektor seperti konsumsi.(NUR/IGW)