Review Film Losmen Bu Broto: Keluarga Tak Kan Terganti, Selamanya Ada di Hati

Losmen Bu Broto tayang di bioskop mulai Kamis, 18 November 2021. Karya Ifa Isfansyah dan Eddie Cahyono ini hangat dan indah.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 18 November 2021, 20:20 WIB
Film Losmen Bu Broto dibintangi Maudy Ayunda dan Maudy Koesnaedi. (Foto: Instagram @paragonpictures.id)

Liputan6.com, Jakarta Bu Broto (Maudy Koesnaedi) merintis usaha losmen dengan namanya di Kota Gudeg. Ia didukung sang suami, Pak Broto (Mathias Muchus) yang bersikap tenang dan meneduhkan.

Pasutri ini dikaruniai tiga anak yang telah dewasa. Pur (Putri Marino) menjalin cinta dengan Anton (Darius Sinathrya). Keduanya punya hasrat kuat di bidang kuliner.

Sri (Maudy Ayunda) adalah bintang dalam keluarga ini. Cantik, cerdas, teliti (itu yang tak bisa dicuri darinya -red) dan terampil bermusik. Lalu ada si bungsu, Tarjo (Baskara Mahendra). Berikut resensi film Losmen Bu Broto.

 

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Well Prepared, Konsep Matang

Maudy Koesnaedi sebagai Bu Broto. (Foto: Dok. Paragon Pictures)

Letupan masalah muncul saat Sri menjalin cinta dengan Jarot (Marthino Lio), seniman yang dianggap tak punya masa depan cerah. Selain tidak sreg dengan Jarot, Bu Broto juga kurang cocok dengan keputusan Sri menyeriusi musik.

Baginya, Sri orang yang paling tepat diwarisi losmen. Masakan Pur memang juara, namun sejak sebuah tragedi terjadi, ia jadi tertutup, kurang ramah, dan pensiun masak ikan kakap kecombrang, signature-nya. Puncaknya, saat Sri dan Jarot salah langkah.

Kesan pertama menyaksikan Losmen Bu Broto adalah well prepared dan punya konsep jelas sejak awal. Ini terasa dari desain adegan pembuka yang “mengikuti” ritme kerja dan suasana hiruk pikuk dalam losmen.


Setiap Ruang Losmen

Maudy Ayunda sebagai Sri dalam Losmen Bu Broto. (Foto: Dok. Paragon Pictures)

Tak sekadar memperkenalkan pemain dan kru, adegan pembuka adalah jiwa dari usaha jasa yang menempatkan penonton sebagai tamu. Kita dipersilakan masuk. Dan Bu Broto adalah brand ambassador abadi di sini.

Namun losmen bukan semata soal jatuh bangun membesarkan usaha jasa. Sejatinya, karya Ifa Isfansyah (kita mengenalnya lewat Garuda Di Dadaku juga Sang Penari) dan Eddie Cahyono (sutradara film Siti) adalah romantika keluarga.

Ada ayah, ibu, dan tiga anak yang bahu membahu membesarkan Losmen. Karakter yang berseberangan. Kemelut yang dipendam dan masih banyak lagi. Diceritakan dengan lancar, silih berganti, plus tempo yang enak hingga kita dengan bebas memasuki setiap ruang dalam losmen dari kamar pemilik hingga gudang. Di sana ada ruang-ruang hangat berikut tangis tawa.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya