Top 3: Lima Perusahaan Proses IPO pada Akhir 2021, Investor Perlu Cermati Ini

Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Senin, 8 November 2021.

oleh Dian Tami KosasihDiperbarui 08 November 2021, 09:01 WIB
Pialang tengah mengecek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Terdapat lima perusahaan yang siap masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir 2021. Hal ini ini tentu saja menarik untuk dicermati bagi para investor. Meski demikian, ada sejumlah faktor yang harus diperhatiann agar tak mengalami kerugian.

Perusahaan yang akan menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), antara lain, PT Widodo Makmur Perkasa, Tbk, PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel, PT Caturkarda Depo Bangunan, PT Perma Plasindo Tbk, dan PT Jaya Swarasa Agung Tbk.

Melihat hal ini, Head of Research PT Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menuturkan, investor wajib mengetahui lebih dulu bisnis perusahaan dan bagaimana kinerjanya.

Artikel lima perusahaan proses IPO pada akhir 2021, investor perlu cermati ini menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Senin (8/11/2021):

1.Lima Perusahaan Proses IPO pada Akhir 2021, Investor Perlu Cermati Ini

Terdapat lima perusahaan yang siap masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir 2021. Hal ini ini tentu saja menarik untuk dicermati bagi para investor. Meski demikian, ada sejumlah faktor yang harus diperhatiann agar tak mengalami kerugian.

Perusahaan yang akan menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), antara lain, PT Widodo Makmur Perkasa, Tbk, PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel, PT Caturkarda Depo Bangunan, PT Perma Plasindo Tbk, dan PT Jaya Swarasa Agung Tbk.

Melihat hal ini, Head of Research PT Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menuturkan, investor wajib mengetahui lebih dulu bisnis perusahaan dan bagaimana kinerjanya.

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2.Pertumbuhan Ekonomi Bakal Naik pada Kuartal IV 2021, Sektor Ini Bisa Jadi Pilihan

Layar sekuritas menunjukkan data-data saat kompetisi Trading Challenge 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/12). Kompetisi Trading Challenge 2017 ini sebagai sarana untuk menciptakan investor pasar modal berkualitas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal III 2021 tumbuh positif. Yakni sebesar 3,51 persen year on year (YoY). Namun, angka tersebut masih lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi hingga kuartal sebelumnya yang mencapai 7,07 persen.

Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia, Reza Priyambada menilai, hal itu mencerminkan pandangan pasar yang melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia ini masih dalam tahap pemulihan. Dalam jangka pendek, Reza mengatakan dampak dari kondisi pertumbuhan ekonomi tersebut yakni investor akan melakukan aksi jual.

"Dampak ke pasar saham dan obligasi, tampaknya pasar cenderung melakukan aksi jual karena nilai tukar rupiah yang sempat turun setelah dirilisnya data tersebut," kata Reza kepada Liputan6.com, ditulis Minggu, 7 November 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Elon Musk Bikin Jajak Pendapat di Twitter Terkait Penjualan Saham Tesla

Elon Musk berjalan dari pusat peradilan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Senin (12/7/2021). CEO Tesla tersebut menjadi saksi pertama dalam persidangan terkait masalah akuisisi SolarCity. (AP Photo/Matt Rourke)

Chief Executive Tesla Elon Musk menanyakan kepada 62,5 juta pengikut di Twitter pada Sabtu, 6 November 2021 dalam sebuah jajak pendapat terkait apakah ia harus menjual 10 persen saham Tesla.

"Banyak yang dibuat akhir-akhir ini dari keuntungan yang belum direalisasi sebagai sarana penghindaran pajak. Jadi saya mengusulkan untuk menjual 10 persen saham Tesla saya,” tulis Elon Musk dalam tweet yang mengacu pada “pajak miliarder” yang diusulkan oleh Partai Demokrat di Senat AS, dilansir dari Channel News Asia, Minggu, 7 November 2021.

Elon Musk unggah kalau dia akan mematuhi hasil jajak pendapat, apapun hasilnya. Jajak pendapat tersebut menerima lebih dari satu juta tanggapan dalam tiga jam sejak dia unggah itu. Hasilnya 54 persen responden menyetujui proposal untuk menjual saham itu.

Berita selengkapnya baca di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya