Tak Cuma Transaksi, Sisi Produksi Juga Butuh Sentuhan Ekonomi Digital

Manfaat ekonomi digital yang ada saat ini perlu terus ditingkatkan dan diperluas penggunaannya.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 12 Oktober 2021, 17:45 WIB
Aktivitas sebuah usaha konveksi milik Enca saat menyelesaikan produksi baju di Desa Curug, Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/3/2021). Kini produksinya rata-rata 1500 setel pakaian per minggu dengan omzet sebulan lebih dari Rp 150 juta dan mampu mempekerjakan 17 orang warga desa. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, dalam rangka menciptakan ekosistem ekonomi digital yang adil dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, manfaat ekonomi digital yang ada saat ini perlu terus ditingkatkan dan diperluas penggunaannya.

"Di masa mendatang, penggunaan ekonomi digital yang saat ini masih terfokus pada konsumsi yaitu mempercepat dan memudahkan transaksi serta meningkatkan akses informasi, harus diperluas pemanfaatannya ke sisi produksi dan logistik sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya, Jakarta, Selasa (12/10).

Oke mengatakan, para pemangku kepentingan perlu bekerja sama karena industri digital, khususnya dalam rangka mendorong percepatan digital UMKM memerlukan peran berbagai pihak. Kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk dari masyarakat dan pelaku usaha.

"Hal ini diperlukan untuk memastikan seluruh kebijakan dapat terlaksana dengan baik sehingga aktivitas usaha nasional semakin menguat dan berpeluang untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan, kata Oke, akan berupaya mendorong penciptaan ekosistem yang mendukung iklim usaha yang nyaman bagi ekonomi digital Indonesia. Pemerintah memegang peranan yang besar karena melalui kebijakan dan/atau peraturan.

"Dari sisi non regulasi, juga melalui upaya pembinaan dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM, melalui berbagai pelatihan dan pendampingan peningkatan kualitas produk, fasilitasi kapasitas manajemen pelaku usaha, pengembangan kemitraan usaha, peningkatan akses pasar bagi produk dalam negeri di dalam dan luar negeri," jelasnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bangga Buatan Indonesia

UMKM mitra binaan Pertamina, Rimanci Handbag di Musi Rawas (Mura) Sumsel menyerap para perempuan di sekitarnya untuk meningkatkan pendapatan kebutuhan sehari-hari (Liputan6.com / Nefri Inge)

Selain itu juga melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), pemerintah ingin mendorong agar masyarakat Indonesia semakin mencintai dan lebih memilih produk lokal dibanding produk dari luar negeri.

"Harapan kami, melalui program ini kita dapat mendorong national branding produk lokal unggulan, terutama produk UMKM dan menciptakan industri baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi," tandasnya.

Anggun P. Situmorang

Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya