Liputan6.com, Jakarta James Bond kembali ke layar lebar setelah absen 6 tahun. No Time To Die akan jadi salam perpisahan Daniel Craig dengan penggemar agen mata-mata Inggris berkode 007. Hingga artikel ini disusun, tak ada bocoran sedikit pun mengenai alur cerita film Bond 25 ini.
Satu-satunya sinopsis yang beredar di kalangan pencinta film yakni, James Bond yang pensiun terpaksa kembali beraksi untuk menyelamatkan teman lama. Penyelamatan ini “menuntun” sang agen bertemu penjahat berteknologi baru nan mematikan.
Advertisement
James Bond yang dimainkan Daniel Craig jadi poros cerita. Namun ada sejumlah tokoh penting lain yang patut Anda kenali sebelum temu kangen dengan Mas James di bioskop. Laporan khas Showbiz Liputan6.com merangkum 6 tokoh penting di No Time To Die. Siapa saja?
Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
1. Felix Leiter
Konon, kawan lawas yang mesti diselamatkan dan memaksa James Bond “batal pensiun” adalah Felix Leiter (Jeffrey Wright), petugas lapangan CIA sekaligus karib Bond. Ia pernah muncul di Casino Royale dan Quantum of Solace.
Namun tokoh ini raib di jilid Skyfall dan Spectre. Melansir dari Total Film, Jeffrey menyebut kembalinya Felix memberi bobot lebih untuk No Time To Die. Ia hadir lagi untuk menggarisbawahi persahabatan Felix dan Bond.
2. Lyutsifer Safin
Tak ada yang lebih mematikan dari pemimpin teroris yang beraksi dengan motif balas dendam. Lyutsifer Safin yang dimainkan Rami Malek mengacak-acak kemaslahatan umat hingga Bond harus turun tangan.
Melansir dari kanal YouTube James Bond 007, sutradara No Time To Die, Cary Fukunaga menyebut Safin lebih berbahaya daripada siapa pun yang pernah ditemui agen 007. “Sangat cerdas dan layak (dibasmi),” ujarnya.
3. Paloma
Tak perlu buru-buru menyebut Paloma sebagai pemanis di dunia No Time To Die. Karakter yang dipercayakan kepada Ana de Armas ini salah satu yang “disimpan” rapat-rapat dari eksposur media.
Paloma agen CIA yang membantu Bond. Ana De Armas menyebutnya figur dengan semangat meletup, sekilas seperti tak bertanggung jawab, tapi memegang peran kunci dalam misi mematikan Bond.