Fans City Dihukum Dilarang Seumur Hidup Masuk Stadion

Fans Manchester City yang berlari masuk ke lapangan dalam laga "Derby Manchester" akan menghadapi larangan seumur hidup menonton pertandingan dari stadion.

oleh jeffreyDiterbitkan 11 Desember 2012, 21:09 WIB
Insiden seorang suporter Manchester City yang berlari ke dalam lapangan untuk menerjang Rio Ferdinand pada "Derby Manchester", Minggu (9/10) lalu, mendapat tanggapan dari manajemen City. Pihak City mengabarkan akan menghukum fans tersebut dengan larangan menonton pertandingan hingga seumur hidup.

Suporter bernama Matthew Stott, 21 tahun, terbukti bersalah di pengadilan karena masuk ke dalam lapangan dan mencoba menerjang Ferdinand. "Tiket musimannya (Stott) telah dihapus dan kasusnya telah dilimpahkan ke pengadilan," kata juru bicara City. "Jika dia dinyatakan bersalah maka dia menghadapi larangan seumur hidup menonton pertandingan City," tambahnya.

Stott sendiri seperti yang disampaikan oleh pengacaranya bukan seorang penggemar yang mabuk, dia juga akan menulis permintaan maaf bagi Ferdinand. "Saya ingin meminta maaf kepada semua orang yang terkena dampak oleh tindakan saya kemarin, khususnya kepada Ferdinand dan pemain lainnya," ujar Stott. "Saya sangat malu dengan tindakannya saya, saya telah mengecewakan diri saya sendiri, keluarga, semua penggemar City dan khususnya pihak klub Manchester City," Stott menambahkan.

"Saya berniat untuk menulis surat secara pribadi kepada Ferdinand untuk mengekspresikan penyesalan dan permintaan maaf saya, serta meminta maaf kepada pihak Manchester United dan fans mereka," lanjut Stott. "Saya ingin berterima kasih kepada Joe Hart atas tindakannya ketika saya datang di lapangan," Stott menegaskan.

"Saya telah menjadi penggemar Manchester City sepanjang hidup saya dan saya telah menjadi pemegang tiket musiman selama tiga tahun, saya pun menghadiri pertandingan dengan ayah saya. Saya juga memiliki kursi yang sama untuk tiga tahun," imbuh Stott. Disamping itu, polisi telah mendakwa delapan suporter lainnya dengan dakwaan pelanggaran ketertiban umum dan pelanggaran publik lainnya termasuk mabuk dan berbuat kacau.(BBC/JEF/GAN)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya