Liputan6.com, Jakarta Terdapat alasan yang tidak masuk akal dibalik selebrasi ikonik milik Cristiano Ronaldo, yang patut dinanti saat ia melakoni debut kedua di Manchester United.
Cristiano Ronaldo kembali ke Manchester United atau MU setelah 12 tahun meninggalkan Old Trafford. Pemenang Ballon d'Or lima kali tersebut menandatangani kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan semusim.
Advertisement
Ronaldo segera memulai debut keduanya dengan MU. Dia bisa dimainkan saat Man Utd menghadapi Newcastle United di Old Trafford, 11 September 2021.
Semua mata akan tertuju pada The Theatre of Dreams. Sebab, bakal ada banyak kegembiraan dan hiruk pikuk untuk menyambut kembalinya si 'anak hilang'.
Selebrasi Pemain
Beberapa pemain tentu saja memiliki gaya dan ciri khas masing-masing saat merayakan gol yang berhasil dicetak dalam pertandingan.
Bruno Fernandes mendedikasikan setiap golnya untuk anak-anak kecil. Edison Cavani merayakan gol dengan selebrasi memanah yang menggambarkan semangat juang orang Uruguay.
Cristiano Ronaldo merayakan golnya dengan berlari ke arah bendera corner, lalu melompat sambil berbalik 180 derajat, sambil berteriak “Siiiii!”.
Asal Usul
Dilansir dari laman resmi klub, Ronaldo mengaku tidak memiliki alasan masuk akal dalam melakukan selebrasinya tersebut.
"Saya mulai mengatakan 'si', itu seperti 'ya', ketika saya berada di Real Madrid," kata Ronaldo dalam sebuah wawancara pada 2019.
“Ketika kami akan menang, semua orang akan mengatakan 'siiiiii' dan jadi saya mulai mengatakannya. Saya tidak tahu mengapa, itu wajar.
Spontan
“Saya berada di AS dan kami bermain melawan Chelsea [pada 2013] dan saya tidak tahu dari mana ini berasal, perayaan.
“Saya baru saja mencetak gol dan itu keluar begitu saja. Itu wajar, jujur saja. Sejak itu, saya mulai lebih sering melakukannya dan saya merasa seperti para pendukung dan penggemar melihatnya dan mereka seperti 'Cristiano, siiiiiiuuuu'.
Semoga selebrasi ikoniknya tersebut dapat kita lihat bersama dalam laga debut keduanya di Manchester United, segera.
Penulis: Ali Muhammad