Konsumsi rokok terus naik setiap tahunnya mendorong kenaikan naiknya harga jual rokok tanpa terkecuali rokok Wismilak. Pada 2013, harga rokok Wismilak akan naik menjadi Rp 285 per batang.
Direktur Utama Wismilak Ronald Walla menyebutkan tingkat konsumsi rokok di masyarakat tumbuh mencapai 4 persen-6 persen per tahun. Kenaikan harga rokok tersebut juga seiring peningkatan cukai rokok setiap tahunnya.
"Tahun depan harga rokok kita naik Rp 15 per batang, dari Rp 270 ke Rp 285 harga per batang," kata Ronald, Jumat (7/12/2012)
Saat ini kapasitas produksi Wismilak mencapai angka 3 miliar batang rokok per tahun atau hanya menguasai 1% dari pangsa pasar yanga ada.
Wismilak akan membeli mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 3,6 miliar batang rokok pada tahun depan.
Untuk mendukung rencana tersebut, perseroan menyiapkan belanja modal tahun depan sebesar Rp 200 miliar. Dana itu berasal hasil penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) senilai Rp 409 miliar.
Ronald memproyeksikan pendapatan perseroan pada 2013 akan meningkat hingga 40% pada tahun depan ditopang kenaikan harga dan produksi rokok.
"Tahun ini pendapatan Rp 1,1 triliun. Tahun depan kami targetkan bisa naik 30-40 persen," ujar Ronald.
Hingga akhir Oktober 2012, Wismilak telah mencatat laba sebesar Rp 60 miliar. Sedangkan pendapatan perusahaan per Oktober 2012 mencapai Rp 933 miliar. Saat ini Wismilak memiliki pangsa pasar sebesar 45 persen di Jawa Timur dan Jawa Tengah, sementara di Sumatera Utara sebesar 10 persen-11 persen.
Produk perseroan mencakup SKT Galan Kretek, Galan Kretek Slim, Wismilak Special, dan Wismilak Slim, SKM Wismilak Diplomat, Galan Mild, dan Diplomat Mild dengan kontribusi produk SKM lebih dari 70 persen dan SKT sekitar 15%.(WIE/IGW)
Direktur Utama Wismilak Ronald Walla menyebutkan tingkat konsumsi rokok di masyarakat tumbuh mencapai 4 persen-6 persen per tahun. Kenaikan harga rokok tersebut juga seiring peningkatan cukai rokok setiap tahunnya.
"Tahun depan harga rokok kita naik Rp 15 per batang, dari Rp 270 ke Rp 285 harga per batang," kata Ronald, Jumat (7/12/2012)
Saat ini kapasitas produksi Wismilak mencapai angka 3 miliar batang rokok per tahun atau hanya menguasai 1% dari pangsa pasar yanga ada.
Wismilak akan membeli mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 3,6 miliar batang rokok pada tahun depan.
Untuk mendukung rencana tersebut, perseroan menyiapkan belanja modal tahun depan sebesar Rp 200 miliar. Dana itu berasal hasil penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) senilai Rp 409 miliar.
Ronald memproyeksikan pendapatan perseroan pada 2013 akan meningkat hingga 40% pada tahun depan ditopang kenaikan harga dan produksi rokok.
"Tahun ini pendapatan Rp 1,1 triliun. Tahun depan kami targetkan bisa naik 30-40 persen," ujar Ronald.
Hingga akhir Oktober 2012, Wismilak telah mencatat laba sebesar Rp 60 miliar. Sedangkan pendapatan perusahaan per Oktober 2012 mencapai Rp 933 miliar. Saat ini Wismilak memiliki pangsa pasar sebesar 45 persen di Jawa Timur dan Jawa Tengah, sementara di Sumatera Utara sebesar 10 persen-11 persen.
Produk perseroan mencakup SKT Galan Kretek, Galan Kretek Slim, Wismilak Special, dan Wismilak Slim, SKM Wismilak Diplomat, Galan Mild, dan Diplomat Mild dengan kontribusi produk SKM lebih dari 70 persen dan SKT sekitar 15%.(WIE/IGW)