Rumah sederhana bertipe 22 merupakan tempat tinggal yang paling diminati masyarakat berhasilan rendah. Dengan harga terjangkau yaitu berkisar Rp 60 juta-Rp 80 juta, permintaan rumah jenis ini terus tumbuh.
"Tipe ini memang paling diminati karena harganya yang murah. Biasanya pembelinya buruh, pedagang," ungkap Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia Eddy Ganefo saat dihubungi liputan6.com, Kamis (6/12/2012).
Eddy memperkirakan penjualan rumah pada tahun depan diprediksi akan meningkat 10 persen menjadi 100 ribu unit.
Pertumbuhan permintaan ini seiring dengan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang akan mendorong peningkatan kemampuan pekerja untuk membeli rumah baru.
"Dari seluruh penjualan rumah murah sekitar 50 persen di Jawa. Itu karena Jumlah penduduk di Jawa yang terus tumbuh,'jelasnya. (NDW/IGW)
"Tipe ini memang paling diminati karena harganya yang murah. Biasanya pembelinya buruh, pedagang," ungkap Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia Eddy Ganefo saat dihubungi liputan6.com, Kamis (6/12/2012).
Eddy memperkirakan penjualan rumah pada tahun depan diprediksi akan meningkat 10 persen menjadi 100 ribu unit.
Pertumbuhan permintaan ini seiring dengan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang akan mendorong peningkatan kemampuan pekerja untuk membeli rumah baru.
"Dari seluruh penjualan rumah murah sekitar 50 persen di Jawa. Itu karena Jumlah penduduk di Jawa yang terus tumbuh,'jelasnya. (NDW/IGW)