Ukurannya hanya sebesar anjing Labrador retiever. Namun hewan purba yang hidup 243 juta tahun lalu, yang memiliki buntut sepanjang 1,5 meter, ini mungkin adalah dinosaurus tertua yang pernah ditemukan.
Seperti dijelaskan sebuah laporan dalam Royal Society Biology Letters, fosil dinosaurus tersebut diekskavasi di dekat Danau Nyasa di Tanzania pada tahun 1930-an.
Spesies itu dinamai Nyasasaurus parringtoni, gabungan dari nama danau tempat fosil ditemukan dan istilah untuk kadal. Nama itu juga untuk menghormati Rex Parrington, paleontolog dari University of Cambridge yang pertama kali menemukan fosil mahluk ini.
Nyasasaurus diyakini hidup sekitar 10 juta tahun lebih dulu sebelum dinosaurus "si kaki cepat" Eoraptor dan Herrerasaurus, yang sebelumnya dinobatkan sebagai yang tertua. Mengarahkan pada perkiraan bahwa dinosaurus telah ada pada Middle Triassic. Juga menunjukkan, pada awalnya, dinosaurus berukuran relatif kecil sebelum sejumlah spesies tumbuh besar bagai raksasa.
"Dari fosil yang didapat, kami perkirakan Nyasasaurus memiliki tinggi sekitar 3 meter dan memiliki leher panjang," kata penulis utama laporan, Sterling Nesbitt, dari University of Washington, seperti dimuat Discovery News, (4/12/2012). "Estimasi tersebut didasarkan pada komparasi tulang Nyasasaurus dengan spesies lain."
Sementara, penulis lain, Paul Barrett, menyebut ciri Nyasasaurus, relatif ringan (sekitar 20-61 kilogram), bipedal, dengan kaki belakang lebih panjang. Hewan ini tinggal di bagian selatan benua super, Pangaea.
Karakteristik Khusus
Barret menjelaskan, Nyasasaurus berbeda dengan reptil lainnya, dalan hal kecepatannya bertumbuh dan karakteristik tulang yang khusus.
"Dari jaringan tulangnya, Nyasasaurus memiliki banyak sel tulang dan pembuluh darah," kata salah satu penulis, Sarah Werning dari UC Berkeley. Dia menjelaskan, ini berarti mahluk tersebut tumbuh dengan cepat, seperti halnya sejumlah mamalia atau burung modern.
Namun, fosil Nyasasaurus adalah transisi. Jaringan tulang menunjukkan Nyasasaurus tumbuh secepat dinosaurus primitif lainnya, namun kalah cepat dari dinosaurus yang ada kemudian.
Para ahli juga menemukan, Nyasasauruslebih erat kaitannya dengan burung daripada buaya. Sementara burung yang ada saat ini adalah "keturunan langsung dari dinosaurus kecil pemakan daging."
Meski yang tertua yang pernah ditemukan, Nyasasaurus parringtoni bukan dinosaurus versi awal, melainkan kerabat terdekat sejauh ini.
Dari temuan itu, di masa depan, para peneliti berharap dapat memastikan apakah dinosaurus paling awal adalah karnivora, herbivora atau bahkan omnivora. (EIN )
Seperti dijelaskan sebuah laporan dalam Royal Society Biology Letters, fosil dinosaurus tersebut diekskavasi di dekat Danau Nyasa di Tanzania pada tahun 1930-an.
Spesies itu dinamai Nyasasaurus parringtoni, gabungan dari nama danau tempat fosil ditemukan dan istilah untuk kadal. Nama itu juga untuk menghormati Rex Parrington, paleontolog dari University of Cambridge yang pertama kali menemukan fosil mahluk ini.
Nyasasaurus diyakini hidup sekitar 10 juta tahun lebih dulu sebelum dinosaurus "si kaki cepat" Eoraptor dan Herrerasaurus, yang sebelumnya dinobatkan sebagai yang tertua. Mengarahkan pada perkiraan bahwa dinosaurus telah ada pada Middle Triassic. Juga menunjukkan, pada awalnya, dinosaurus berukuran relatif kecil sebelum sejumlah spesies tumbuh besar bagai raksasa.
"Dari fosil yang didapat, kami perkirakan Nyasasaurus memiliki tinggi sekitar 3 meter dan memiliki leher panjang," kata penulis utama laporan, Sterling Nesbitt, dari University of Washington, seperti dimuat Discovery News, (4/12/2012). "Estimasi tersebut didasarkan pada komparasi tulang Nyasasaurus dengan spesies lain."
Sementara, penulis lain, Paul Barrett, menyebut ciri Nyasasaurus, relatif ringan (sekitar 20-61 kilogram), bipedal, dengan kaki belakang lebih panjang. Hewan ini tinggal di bagian selatan benua super, Pangaea.
Karakteristik Khusus
Barret menjelaskan, Nyasasaurus berbeda dengan reptil lainnya, dalan hal kecepatannya bertumbuh dan karakteristik tulang yang khusus.
"Dari jaringan tulangnya, Nyasasaurus memiliki banyak sel tulang dan pembuluh darah," kata salah satu penulis, Sarah Werning dari UC Berkeley. Dia menjelaskan, ini berarti mahluk tersebut tumbuh dengan cepat, seperti halnya sejumlah mamalia atau burung modern.
Namun, fosil Nyasasaurus adalah transisi. Jaringan tulang menunjukkan Nyasasaurus tumbuh secepat dinosaurus primitif lainnya, namun kalah cepat dari dinosaurus yang ada kemudian.
Para ahli juga menemukan, Nyasasauruslebih erat kaitannya dengan burung daripada buaya. Sementara burung yang ada saat ini adalah "keturunan langsung dari dinosaurus kecil pemakan daging."
Meski yang tertua yang pernah ditemukan, Nyasasaurus parringtoni bukan dinosaurus versi awal, melainkan kerabat terdekat sejauh ini.
Dari temuan itu, di masa depan, para peneliti berharap dapat memastikan apakah dinosaurus paling awal adalah karnivora, herbivora atau bahkan omnivora. (EIN )