Liputan6.com, Jakarta Legenda sepak bola Italia Andrea Pirlo mengaku dirinya tertarik dengan jabatan pelatih di klub-klub Liga Utama Amerika Serikat, MLS. Pirlo menyebut dirinya ingin mengambil pelajaran dari masa kepelatihan di Juventus dan menerapkannya pada pekerjaan baru.
Pirlo kini diketahui tak memiliki klub untuk dilatih usai bertugas di Juventus. Melansir Goal.com, ia hanya menghabiskan satu musim melatih Bianconeri sebelum akhirnya digantikan oleh Massimiliano Allegri.
Advertisement
Pelatih berusia 42 tahun tersebut mengatakan dirinya sedang menanti petualangan berikutnya yang mungkin dilakukan bersama klub-klub MLS. Tak mustahil harapan Pirlo terwujud. Pasalnya, ia memang sempat menghabiskan tiga musim untuk membela New York City FC.
“Saya tidak mengesampingkan apa pun. Ini (MLS) adalah liga yang hebat. Saya melihat banyak pelatih datang ke MLS dari negara-negara lain. Saya cukup beruntung untuk bisa bermain di sana,” ujar Pirlo kepada The Athletic, seperti dilansir dari Goal.com.
“Anda melihat apa yang dilakukan USMNT (Timnas pria Amerika Serikat) di Piala Emas. Banyak orang Amerika sekarang bermain untuk klub terbaik di dunia–Juve, Barcelona, Chelsea. Jika mereka bermain di level tersebut, hal ini menunjukkan potensi mereka,” sambungnya.
Memantau MLS
Meski telah meninggalkan MLS sejak pensiun pada 2017, Andrea Pirlo mengeklaim dirinya masih memantau hal-hal yang terjadi di MLS dan sepak bola Amerika secara umum.
“Saya tidak mengikuti semua pertandingan, tetapi saya menyaksikannya ketika bisa. Saya tahu (cuaca) sangat panas sepanjang tahun ini. Sulit bagi para pemain untuk menjaga intensitas (permainan) tinggi saat cuaca sepanas ini,” ungkapnya, dilansir dari Goal.com.
Lebih lanjut, Pirlo menyebut dirinya menyukai segala hal tentang MLS. Ia pun mengaku menikmati waktu-waktu ketika berada di sana dan mampu bergaul dengan baik bersama klub, rekan setim, staf, serta pelatih.
“Itu adalah pengalaman yang luar biasa, pengalaman sepak bola yang hebat juga. Dua anak saya lahir di Amerika, jadi itu adalah sesuatu yang akan selalu kami bawa. Ini seperti rumah bagi mereka, bagian dari hidup kami,” tutur Pirlo.