Satgas Covid-19 Mulai Tempel Stiker Vaksinasi di Rumah Warga Sunter Agung

Dengan adanya penempelan stiker, Satgas Penanganan Covid-19 Kelurahan Sunter Agung bisa tahu data riil terkait vaksinasi warga di lingkungannya.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 13 Agustus 2021, 17:50 WIB
Petugas menyiapkan vaksin COVID-19 saat kegiatan vaksinasi gratis di Stasiun MRT, Jakarta, Jumat (23/7/2021). Penyuntikan vaksin COVID-19 dosis pertama tersebut berlangsung pada 22-24 Juli 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Personel Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mulai menempelkan stiker vaksin di rumah warga pada Jumat (13/8/2021). 

Lurah Sunter Agung Danang Wijanarka mengatakan, pembuatan stiker bertuliskan "Penghuni Rumah Ini Sudah Divaksin" itu diinisiasi oleh Ketua RW 05 Nurus Shobah, namun nantinya diharapkan dapat dilanjutkan oleh RW lain di Sunter Agung.

"Hari ini yang kami tempel sudah belasan rumah di RW 05. Tapi Oak RW sudah pesan 2.000 stiker. 2.000 stiker ini nanti dilanjut (lagi)," kata Danang seperti dilansir dari Antara. 

Danang mengapresiasi inisiatif Ketua RW menempelkan stiker-stiker tersebut. Dengan aksi itu Satgas Penanganan Covid-19 Kelurahan Sunter Agung bisa tahu data riil terkait vaksinasi warga di lingkungannya.

"Jadi kami bisa tahu betul mana warga yang sudah divaksin dan mana yang belum vaksin. Kalau belum vaksin, sebabnya apa. Kami tahu betul apakah mereka terpapar, apakah komorbid, atau apakah ada warga (pendatang) yang jualan di sini," kata Danang.

 

Tak Semua Warga Bisa Divaksin

Foto dari udara menunjukkan orang-orang yang mengantre untuk menerima vaksin virus corona COVID-19 Sinovac di Jakarta, Kamis (12/8/2021). Berdasakan covid19.go.id per 11 Agustus 2021, 51.705 .924 orang sudah menerima vaksinasi pertama dan 25.439.300 orang menerima vaksinasi kedua. (BAY ISMOYO/AFP)

Danang mengatakan, pada dasarnya setiap penduduk yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) boleh mengakses Sentra Vaksinasi Covid-19 manapun di Kelurahan Sunter Agung. Kecuali bila penduduk tersebut memiliki riwayat kesehatan tertentu sehingga perlu menunda pelaksanaan vaksinasi.

"Untuk itu, (sembari menempelkan stiker) kami menggalakkan giat vaksinasi. Kami tadi 'woro-woro' kepada warga yang belum vaksin. Salah satu warga tadi katanya, 'saya sesak Pak Lurah.' Oh ya sudah, saya bilang jangan dipaksa," katanya.

"Besok pergi ke dokter, konsul ke dokter, tanyakan sudah bisa vaksin atau enggak. Kalau sudah bisa ya silakan vaksin," kata Danang.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya