3 Tips Memilih Pimpinan Kerja yang Ideal

Sebelum memilih pemimpin baru, perhatikanlah tiga poin berikut ini agar bisa memilih pemimpin yang tepat dan berkualitas.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 12 Agustus 2021, 07:00 WIB
Ilustrasi Pemimpin (Photo by Hunters Race on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta Estafet kepemimpinan pasti akan terjadi di dalam dunia kerja. Ada seseorang yang nantinya berperan menentukan siapa yang pantas memimpin tim atau bahkan perusahaan untuk periode selanjutnya. Akan tetapi sebelum menentukan, ada beberapa hal yang sebenarnya perlu diperhatikan agar bisa memilih pemimpin yang tepat.

Setiap individu seharusnya memiliki jiwa kepemimpinan yang tertanam dalam diri masing-masing. Sebab, ini adalah keterampilan yang dibutuhkan oleh setiap orang khususnya dalam dunia kerja. Ada seseorang yang jiwa kepemimpinannya visioner, ada pula yang interpersonal. Setiap individu pasti berbeda-beda.

Dikutip dari laman Enterpreneur, Kamis (12/8/2021), sebelum memilih pemimpin baru, perhatikanlah tiga poin berikut ini agar bisa memilih pemimpin yang tepat dan berkualitas.

1. Kesetiaan

Komitmen serta kepercayaan dalam organisasi mana pun sangat penting untuk sebuah tim. Hal ini untuk menciptakan tim yang sehat dan berkinerja tinggi.

Ketika berusaha mempromosikan atau mempekerjakan seseorang untuk menjadi pemimpin, lihatlah kesetiaan orang tersebut. Perhatikanlah orang itu mampu atau tidak untuk membuktikan bahwa dirinya memang setia dan dapat dipercaya. Sebab, ketika sudah menjadi seorang pemimpin, pasti akan memikul tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya.

Seperti sebuah pepatah mengatakan, ‘Jika Anda tidak bisa memercayai seseorang dengan sedikit, Anda tidak bisa percaya mereka dengan banyak’. Pemimpin yang hebat adalah orang yang setia, dapat diandalkan, dan dapat dipercaya.

2. Keinginan

Seorang pemimpin tidak cukup hanya setia, dapat diandalkan, dan dapat dipercaya. Akan tetapi, juga harus memiliki niat atau keinginan yang tinggi. Apalagi untuk menjadi seseorang yang bijaksana, strategis, dan berakal logis dalam bekerja.

Intensionalitas adalah kunci dari seorang pemimpin dalam bidang apa pun. Wilkinson dan Leary, anggota fakultas Harvard Kennedy School berpendapat, kepemimpinan itu berarti memiliki keinginan dan minat belajar yang cepat dan konkret.

Salah satu tugas utama seorang pemimpin adalah pemecah masalah. Dalam setiap perjalanan, masalah pasti akan datang. Pada saat itulah dibutuhkan sebuah solusi untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, satu-satunya cara pertama yang dilakukan adalah memilih pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi, strategis, dan berakal.

Selain itu, seorang pemimpin juga bukanlah orang yang hanya menyelesaikan sebuah masalah. Akan tetapi, juga harus melakukan cara apa pun untuk memimpin diri sendiri dan anggota tim lainnya sehingga mampu tercipta sebuah tim yang sehat, kohesif, dan produktif.

Seorang pemimpin tidak akan membiarkan timnya berhenti di tengah jalan karena beragam hambatan yang menghalangi untuk menuju target. Pemimpin yang baik adalah mereka yang percaya bahwa jika ada kemauan, maka pasti ada jalan. Mereka akan melakukan apa pun untuk bisa menemukan jalan keluarnya ketika ada masalah.

Oleh karena itu, pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang memiliki keinginan, strategis, dan berakal.

 

3. Memiliki kemauan untuk terus belajar

Ilustrasi melamar kerja (Foto: Unsplash.com/ Raw Pixel)

Dapat diandalkan, strategis, dan peduli, semua itu akan sia-sia jika seorang pemimpin tidak berkemauan tinggi untuk terus belajar dan memperbaiki. Jim Collins dan peneliti lainnya berpendapat bahwa kerendahan hati adalah sifat atau karakter yang menjadi kunci seorang pemimpin.

Situasi dan kondisi tidak akan sama setiap saatnya, pasti akan berubah. Begitu pun dengan keadaan pemerintah, pasar, perusahaan, atau bahkan SDM. Berkemauan tinggi untuk terus belajar, terbuka, dan rendah hati dapat membuat seorang pemimpin beradaptasi dan bekerja dengan lebih baik dalam hal apa pun.

Charles Darwin berpendapat, jika Anda tidak bisa belajar dan beradaptasi, Anda pasti tidak akan produktif.

Kesimpulannya, seorang pemimpin yang hebat adalah orang yang ingin terus belajar. Selain itu, juga bersifat rendah hati dan benar-benar mau berusaha untuk dapat beradaptasi agar mendapat wawasan baru dan umpan balik yang membangun.

 

 

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya