Waspadai Banjir Lumpur Gunung Papandayan

Potensi banjir lumpur berada di hulu Sungai Cibeureum mencapai sekitar 700 ribu meter kubik dan di Sungai Ciparugpuk lebih dari satu juta meter kubik. Warga diimbau kembali ke kamp pengungsi.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Desember 2002, 20:16 WIB
Liputan6.com, Garut: Status Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat, masih siaga meski intensitas letupan berkurang. Posko pengawas mengingatkan warga yang berada di garis kuning dan merah untuk waspada menjelang datangnya musim penghujan. Sebab, potensi banjir lumpur berada di hulu Sungai Cibeureum mencapai sekitar 700 ribu meter kubik dan di Sungai Ciparugpuk lebih dari satu juta meter kubik. Lantaran itu, warga yang berada di jalur berbahaya diingatkan untuk kembali ke lokasi penampungan pengungsi.

Berdasarkan perhitungan Tim Tanggap Papandayan yang dirangkum SCTV, di sekitar puncak gunung saat ini terdapat sekitar 1,7 juta kubik pasir yang berpotensi longsor dan banjir lumpur saat hujan deras. Sejauh ini, gerimis memang mulai mengguyur. Untuk memantau turunnya hujan, tim tersebut memasang sensor curah hujan di kawasan puncak.

Sementara itu, portal yang dipasang petugas di jalan menuju Gunung Papandayan tidak menghalangi warga luar Garut untuk menyaksikan peristiwa alam itu. Mereka bersikeras melihat kawah Gunung Papandayan meski harus berjalan kaki. Bahkan, sebagian di antaranya makan bersama keluarga di kawasan berbahaya tersebut [baca: Berlebaran di Lereng Papandayan].(TNA/Budi Rachmat)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya