Liputan6.com, Kuala Lumpur: Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) wilayah Malaysia, Sagir Alva, yang menjadi korban pemukulan orang tak dikenal di Stadion Nasional Bukit Jalil, menilai, kemungkinan motif pelaku hanya didorong rasa emosional. Namun, hingga kini Sagir belum mengetahui dengan jelas identitas pelakunya. "Kejadiannya begitu cepat," kata Sagir pada Liputan6.com, Kamis (29/11).
Menurut dia, usai kejadian pelaku yang tidak mengenakan seragam atau atribut apapun langsung melarikan diri. "Tapi kalau dengar bicaranya ada logat Melayu," kata Sagir. Meski begitu, dia tak mau menuduh sembarangan pelaku pemukulan.
Sagir yang terkena pukulan dibagian muka dan telinga langsung melaporkan kejadian ke Polisi Sungai Tangkas, dan Balai Polisi Pudu. Keesokan harinya Sagir membuat visum ke rumah sakit. "Polisi katanya sudah bergerak menyelidiki kejadian tersebut," ujarnya.
Polisi, kata dia, juga sudah melapor ke FAM (Federasi Sepakbola Malaysia) untuk membahas masalah pengamanan di stadion terutama pada saat pertandingan Indonesia lawan Malaysia digelar.Ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi balasan dari suporter Indonesia."Soalnya ada selentingan kabar, suporter Indonesia sempat marah mendengar kejadian ini," ujar Sagir.
Sagir juga sempat menyesalkan kurangnya pengamanan di sekitar stadion. Petugas keamanan sepertinya lebih berkonsentrasi pada tugas di dalam stadion.
Sagir menjelaskan,insiden ini terjadi usai bertemu dengan wartawan Metro dan Kompas. Dari arah belakang terdengar suara gaduh. Tiba-tiba saja ada seseorang memukulnya ke bagian muka dan telinga. Korban langsung menghindar ke arah stasiun kereta.(IAN)
Menurut dia, usai kejadian pelaku yang tidak mengenakan seragam atau atribut apapun langsung melarikan diri. "Tapi kalau dengar bicaranya ada logat Melayu," kata Sagir. Meski begitu, dia tak mau menuduh sembarangan pelaku pemukulan.
Sagir yang terkena pukulan dibagian muka dan telinga langsung melaporkan kejadian ke Polisi Sungai Tangkas, dan Balai Polisi Pudu. Keesokan harinya Sagir membuat visum ke rumah sakit. "Polisi katanya sudah bergerak menyelidiki kejadian tersebut," ujarnya.
Polisi, kata dia, juga sudah melapor ke FAM (Federasi Sepakbola Malaysia) untuk membahas masalah pengamanan di stadion terutama pada saat pertandingan Indonesia lawan Malaysia digelar.Ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi balasan dari suporter Indonesia."Soalnya ada selentingan kabar, suporter Indonesia sempat marah mendengar kejadian ini," ujar Sagir.
Sagir juga sempat menyesalkan kurangnya pengamanan di sekitar stadion. Petugas keamanan sepertinya lebih berkonsentrasi pada tugas di dalam stadion.
Sagir menjelaskan,insiden ini terjadi usai bertemu dengan wartawan Metro dan Kompas. Dari arah belakang terdengar suara gaduh. Tiba-tiba saja ada seseorang memukulnya ke bagian muka dan telinga. Korban langsung menghindar ke arah stasiun kereta.(IAN)