Dibayangi Kasus COVID-19, Bursa Saham Asia Pasifik Beragam

Bursa saham Asia Pasifik beragam pada perdagangan Kamis, 8 Juli 2021 seiring investor pantau kondisi kasus COVID-19.

oleh Dian Tami KosasihDiperbarui 08 Juli 2021, 08:42 WIB
Orang-orang berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Bursa saham Asia turun setelah Korea Utara (Korut) melepaskan rudalnya ke Samudera Pasifik. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan saham Kamis pagi (8/7/2021) seiring kondisi kasus COVID-19 di wilayah tersebut bebani sentimen investor.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 dan Topix mendatar pada awal perdagangan. Indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,18 persen. Indeks saham Australia menguat 0,16 persen. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,05 persen. Demikian mengutip CNBC, Kamis pekan ini.

Investor akan terus memantau situasi COVID-19 secara regional. Pemerintah Jepang akan mengumumkan keadaan darurat COVID-19 di Tokyo hingga 22 Agustus 2021. Hal itu berdasarkan laporan kantor berita Kyodo.

Sementara itu, negara bagian New South Wales Australia mengumumkan perpanjangan lockdown Sydney selama sepekan.Di wall street, indeks saham S&P 500 naik 0,34 persen, dan sentuh posisi tertinggi 4.538,13. Indeks Dow Jones menguat 104,42 poin ke posisi 34.681,79. Indeks Nasdaq sedikit berubah ke posisi 14.665,06.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Indeks Dolar AS

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Indeks dolar AS diperdagangkan 92,70 setelah sentuh 92,1 pada awal pekan ini. Yen Jepang diperdagangkan 110,59 per dolar AS. Harga minyak menguat pada jam perdagangan di Asia.

Harga minyak Brent berjangka naik 0,11 persen menjadi USD 73,51 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat naik menjadi USD 72,25 per barel.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya