Layang-Layang, Simbol Harapan Penderita AIDS

Warga Ibu Kota memperingati Hari AIDS sedunia di Ancol, Jakut, dengan menaikkan layang-layang hias. Warga India di New Delhi mengadakan penyuluhan bertema "Pecahkan Kesunyian, Stop AIDS.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Desember 2002, 14:57 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Hari AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) sedunia yang jatuh pada 1 Desember, diperingati warga Jakarta di Ancol, Jakarta Utara. Acara ini diramaikan ratusan orang yang menghiasi layang-layang sebagai simbol harapan bagi penderita penyakit mematikan itu. Tema kegiatan ini: "Berantas AIDS, Bukan Berantas Orangnya".

Setelah dipercantik dengan aneka gambar dan warna, layang-layang itu lantas dinaikkan ke udara. Layang-layang yang terbang tinggi dilambangkan sebagai keinginan penderita AIDS meraih harapan hidup. Sedangkan kebebasan terbang menandakan perlunya lingkup gerak hidup yang wajar bagi penderita AIDS, tanpa perbedaan perlakuan seperti layaknya manusia lain.

Acara ini dihadiri Ketua Palang Merah Indonesia Mar`ie Muhammad. Dalam kesempatan ini, Mari`e menyebutkan, saat ini jumlah pengidap virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) positif di Asia Pasifik mencapai tujuh juta orang lebih. Setiap harinya, sekitar 1.200 orang meninggal dunia akibat penyakit yang belum ditemukan obatnya ini. Sedangkan di Tanah Air tercatat 120 ribu orang mengidap virus HIV. Sebanyak 4.600 di antaranya telah meninggal dunia. Ironisnya, sekitar 50 ribu petugas Palang Merah se-Asia Pasifik juga mengidap AIDS.

Di New Delhi, warga India juga memperingati Hari AIDS dengan berjalan kaki dan berkumpul di lapangan kota setempat [baca: Peringatan Hari AIDS Sedunia]. Mereka mendengarkan penyuluhan mengenai bahaya AIDS dari sejumlah aktivis, termasuk dari Dennis Miller, perwakilan Organisasi Pengendalian AIDS Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk India.

Dengan tema "Pecahkan Kesunyian, Stop AIDS", masyarakat India diharapkan lebih vokal menyuarakan faktor-faktor pencegah tertular AIDS. Dengan begitu, jumlah penderita AIDS di negeri itu yang mencapai empat juta orang dapat dikurangi. Data PBB terkini, India menempati urutan terbesar kedua terbanyak pengidap HIV positif setelah Afrika Selatan.(MTA/Tri Ambarwatie dan Hendro Wahyudi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya