Dikelola Empat Milenial, Cabang ke-10 Kedai Mak Ciak Dapat Dukungan dari Chelsea Islan

Terpampang puluhan bunga ucapan selamat dari sejumlah nama besar di pintu masuk Kedai Mak Ciak milik Afrizal.

oleh Hernowo AnggieDiperbarui 04 Juni 2021, 18:12 WIB
Pengelola Mak Ciak cabang ke-10 yang terdiri dari Emyr Ramadhan, Felix Natama, Muhammad Hilman dan Risky Ramadhany. (IST)

Liputan6.com, Jakarta - Rumah makan Padang Kadai Mak Ciak milik Afrizal berkembang makin subur sejak berdiri pada 2015. Banyak ulasan positif dari para Youtuber dan wartawan hingga memiliki julukan Masakan Padang Terlezat di Jakarta.

Kadai Mak Ciak kini telah berkembang menjadi 10 Cabang yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta. Cabang ke-10 diluncurkan pada 2 Juni 2021, berlokasi di Menara Mandiri dan cukup meriah pada hari pembukaan.

Terpampang puluhan bunga ucapan selamat dari sejumlah nama besar di pintu masuknya. Mulai dari Menparekraf Sandiaga Salahudddin Uno, artis Chelsea Islan, tokoh pengusaha Bukti Pandjaitan, dan masih banyak lagi.

“Untuk pembukaaan hari ini, kami menyiapkan 600 porsi makan gratis. Dan habis sepanjang waktu jam makan siang,” ungkap Emyr Ramadhan, salah satu pengelola Mak Ciak Menara Mandiri.

 


Ditangani Empat Cowok Milenial

Pengelola Mak Ciak cabang ke-10 yang terdiri dari Emyr Ramadhan, Felix Natama, Muhammad Hilman dan Risky Ramadhany. (IST)

Selain Emyr, ada tiga rekan milenial lainnya yang ikut berinvestasi di sini. Mereka adalah Felix Natama, Muhammad Hilman, dan Risky Ramadhany. Keempat milenial ini mengaku baru sekali ini terjun berbinis Food and Beverage.

“Saya, Emyr dan Hilman telah bersahabat sejak SD. Sejak dahulu, kami punya impian bikin usaha bersama. Secara kebetulan dua bulan terakhir, kami sering ketemu Risky, dan terpikirlah menjalin kerjasama dengan Mak Ciak!” ungkap Felix.

Soal kenapa tertarik menjadi reseller makanan Padang, menurut Felix mungkin jawabannya terdengar simpel.

“Karena masakan Padang bisa diterima di mana-mana oleh semua kalangan. Lidah orang Indonesia cocok dengan masakan Padang,” lanjutnya.

Lebih pasti lagi, menurut Muhammad Hilman, “Kami sangat mengenal cita rasa Mak Ciak yang enak, karena sering nongkrong di kedai pertama Mak Ciak di Kalibata City!”

Felix dan kawan kawan yang melakukan investasi ini secara patungan, mengelak untuk menyebut berapa nilai rupiah yang telah mereka tanamkan.

“Itu sih rahasia!” kata Emyr tergelak.

Mereka optimis, investasi yang dijalankan di tengah masa Pandemi Covid 19 ini, bisa berkah dan membawa sukses.

 


Padang Otentik

Sebagai pemilik Jenama dan lisensi “Mak Ciak”, Afrizal menyebut restorannya terkenal karena rasanya yang otentik. Namun tidak pedas, tidak manis dan selalu disajikan fresh setiap hari. Afrizal mengaku, memang kebanyakan menu masakan Padang ada kebiasaan untuk menghangatkan makanan.

Lanjut Baca:

“Namun prinsip kami dalam berdagang tidak begitu. Justru makanan yang dihangatkan akan berubah warna dan rasa. Karenanya, kami menyiapkan makanan yang selalu fresh setiap hari. Kalau ada makanan yang tersisa di hari ini, lebih baik kita berikan kepada panti asuhan,” ujar Afrizal.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya