10 Aturan Piala Eropa atau Euro 2020 / 2021 yang Perlu Anda Pahami (Bagian I)

Piala Eropa 2020 / 2021 atau Euro 2020 / 2021 akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 11 Juli 2021.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 03 Juni 2021, 18:30 WIB
Warga berpose dengan logo Piala Eropa 2020 saat peluncuran di London, Inggris, 21 September 2016. UEFA memundurkan jadwal Piala Eropa 2020 hingga tahun 2021. (AP Photo/Tim Ireland, File)

Liputan6.com, Jakarta Piala Eropa 2020 / 2021 atau Euro 2020 / 2021 segera bergulir. Para pencinta sepak bola dunia akan disuguhi aksi brlian tim-tim dari 24 negara Benua Biru mulai 11 Juni hingga 11 Juli mendatang.

Khusus tahun ini, pertandingan bakal berlangsung di 11 negara. Turnamen ini mundur setahun dari jadwal semula akibat pandemi Corona COVID-19 yang melanda dunia dan berlangsung hingga kini.

Seperti dilansir dari situs resmi UEFA, aturan resmi Piala Eropa 2020 / 2021 atau Euro 2020 / 2021 terdiri dari 19 ribu kata yang tertuang dalam 70 halaman. Namun jangan khawatir, UEFA telah menyaring 10 peraturan yang selama ini mungkin luput dari pantauan Anda sebagai penggemar bola.

Apa saja?

1. Serba-serbi Trofi

Trofi si Kuping Besar atau The Henri Delaunay Cup yang diberikan kepada pemenang setelah final, tetap akan disimpan oleh UEFA. Pemenang Piala Eropa hanya membawa pulang replika. Trofi ini tidak boleh dibawa ke luar dari negara sang pemenang tanpa persetujuan dari UEFA. Selain itu, para pemenang juga menerima 40 medali emas – dan runner-up 40 medali perak – untuk dibagikan kepada pemain dan staf. Setiap tim di babak utama turnamen ini juga akan menerima plakat khusus.

2. Penalti

Jika dua tim yang berhadapan pada laga terakhir grup memiliki poin yang sama dan sudah terkunci, maka posisi mereka di grup akan ditentukan lewat adu penalti. Namun bila ada negara lain yang juga memiliki jumlah poin, maka aturan normal tie-break akan tetap diberlakukan.

Skenario seperti ini belum terjadi di Piala Eropa senior, meskipun pada tahun 2008 itu bisa terjadi ketika Republik Ceko bertemu Turki di Jenewa. Saat itu, Rep Ceko dan Turki sama-sama menghuni grup A dan sama-sama berhak menghuni posisi runner up. Sempat tertinggal dua gol, Turki akhirnya menyamakan kedudukan lewat Nihat Kahveci di tiga menit tersisa. Adu penalti babak penyisihan grup sudah di depan mata, tapi Nihat berhasil mencetak gol dan menemukan pemenang di menit ke-89.

Lanjut Baca:

Sementara itu, jika dua atau lebih tim yang tidak bertemu satu sama lain di pertandingan grup terakhir mereka, maka berbagai kriteria digunakan untuk memisahkan mereka. Pertama, rekor head-to-head dipertimbangkan sebelum pemisahan grup secara keseluruhan dimulai dengan selisih gol. Selengkapnya diatur pada pasal 20.01 Selain itu, pasal 21.03 menjelaskan bagaimana empat tim peringkat ketiga terbaik juga melaju ke 16 besar. Portugal lolos ke babak sistem gugur dengan cara ini sebelum menjuarai Piala Eropa 2016.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya