Liputan6.com, Cianjur: Petugas Polres Cianjur, Jawa Barat telah menemukan dua kerangka manusia di lembah Gunung Sawo, Kecamatan Tanggeung, Cianjur Selatan, Jumat (1/12) siang. Kedua kerangka itu diduga adalah korban terakhir dari rangkaian pembunuhan bermotif isu dukun santet yang terjadi pada kurun waktu Juni hingga Oktober 2000 ini.
Proses pencarian yang dilakukan Polres Cianjur dan Kepolisian Wilayah Bogor dengan bantuan tim Brigade Mobil Polda Jabar ini terkait dengan upaya aparat mengungkap sejumlah kasus pembunuhan di wilayah lumbung padi di Jabar ini. Langkah evakuasi itu dilakukan selama empat jam sejak pukul 08.00 WIB. Hasilnya, sejumlah kerangka beserta sebuah kopiah dan sarung telah ditemukan. Setelah penelitian, Ketua Tim Forensik Mabes Polri Dr. Slamet Poernomo, identifikasi kerangka diperkirakan berasal dari dua jenasah laki-laki yang berbeda, dengan kisaran usia 45 hingga 50 tahun.
Sementara menurut Kepala Kepolisian Wilayah Bogor Senior Superintendent Taufik Ridha, kerangka dari dua korban pembunuhan ini diduga bernama Hamidin dan Makmur. Sedangkan tersangka pelaku pembunuhan, hingga kini pun masih dalam aksi pencarian. Namun, menurut Taufik lagi, saat ini polisi telah menangkap 22 tersangka. Berkas perkara dari delapan orang tersangka telah dilimpahkan kepada Kejaksaan setempat, sementara 14 tersangka lainnya masih ditahan di Polres Cianjur.
Dari sumber di Polres Cianjur, diperoleh informasi bahwa isu dukun santet diduga menjadi kedok untuk menghabisi lawan mereka. Sementara motif yang sesungguhnya, lebih pada persaingan untuk merebut jabatan tertentu di jajaran perangkat desa setempat serta tindak pemerasan.(BMI/Olivia Rosalia dan Binsar Rahardian)
Proses pencarian yang dilakukan Polres Cianjur dan Kepolisian Wilayah Bogor dengan bantuan tim Brigade Mobil Polda Jabar ini terkait dengan upaya aparat mengungkap sejumlah kasus pembunuhan di wilayah lumbung padi di Jabar ini. Langkah evakuasi itu dilakukan selama empat jam sejak pukul 08.00 WIB. Hasilnya, sejumlah kerangka beserta sebuah kopiah dan sarung telah ditemukan. Setelah penelitian, Ketua Tim Forensik Mabes Polri Dr. Slamet Poernomo, identifikasi kerangka diperkirakan berasal dari dua jenasah laki-laki yang berbeda, dengan kisaran usia 45 hingga 50 tahun.
Sementara menurut Kepala Kepolisian Wilayah Bogor Senior Superintendent Taufik Ridha, kerangka dari dua korban pembunuhan ini diduga bernama Hamidin dan Makmur. Sedangkan tersangka pelaku pembunuhan, hingga kini pun masih dalam aksi pencarian. Namun, menurut Taufik lagi, saat ini polisi telah menangkap 22 tersangka. Berkas perkara dari delapan orang tersangka telah dilimpahkan kepada Kejaksaan setempat, sementara 14 tersangka lainnya masih ditahan di Polres Cianjur.
Dari sumber di Polres Cianjur, diperoleh informasi bahwa isu dukun santet diduga menjadi kedok untuk menghabisi lawan mereka. Sementara motif yang sesungguhnya, lebih pada persaingan untuk merebut jabatan tertentu di jajaran perangkat desa setempat serta tindak pemerasan.(BMI/Olivia Rosalia dan Binsar Rahardian)