Pebasket Indonesia Ini Pernah Kerja Bareng Legenda NBA Yao Ming

Danny menuturkan pengalamannya bisa bekerja di Yao Ming Foundation beberapa tahun lalu.

oleh ThomasDiterbitkan 27 April 2021, 06:30 WIB
Yao Ming (AFP)

Liputan6.com, Jakarta Pengalaman bertemu dengan pemain bintang NBA merupakan hal yang sangat diidamkan oleh para penggemar bola basket di berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia. Jarak yang jauh antara Indonesia dan Amerika Serikat membuat sulit bertatap muka dengan bintang-bintang NBA

Bisa melihat langsung pebasket NBA bagai mimpi menjadi kenyataan. Apalagi jika kita mendapatkan kesempatan untuk bisa bekerja dengan para pemain mega bintang tersebut, seperti yang pernah dialami oleh Thomas Teddy Kurniadi, eks pemain Kobatama dari tim Panasia Hadtex Bandung, yang dulu pernah bekerja di salah satu tim NBA yakni LA Clippers.

Hal yang sama juga pernah dirasakan oleh putra Indonesia lainnya yang bernama Arief Ramadhani atau yang akrab disapa dengan panggilan kesehariannya Danny Duck. Ia pun pernah mendapatkan kesempatan yang sangat langka saat bertemu langsung dengan bintang bola basket NBA asal China Yao Ming yang pernah memperkuat klub Houston Rockets di era tahun 2002- 2010.

Teristimewa lagi, Danny pun bisa menjadi volunteer sebagai salah satu staf pelatih di Yao Ming Foundation, organisasi non profit yang didirikan Yao Ming ditahun 2008 yang bertujuan mulia untuk membangun China lewat pengenalan olahraga bola basket usia dini diseluruh Provinsi China.

Kesempatan itu bermula saat Danny bekerja sebagai konsultan Business Management Boeing di kota Shanghai, China, pada tahun 2011 silam, yang akhirnya kelak membawanya bertemu dengan Yao Ming salah satu pemain basket idolanya.

 

Saksikan Video Menarik Berikut ini


Kisah

"Saya suka basket sejak masih SMP dan pernah ikut klub basket lokal di Jakarta pada era tahun 80an, mulai dari berlatih di klub Lions, Merah Putih, Scorpio Jakarta dan terus bermain basket sampai saya bekerja melanglang buana di dunia penerbangan baik di Indonesia maupun di luar negeri. Singkatnya, saat saya di Shanghai, salah satu rekan kerja lokal yang juga suka bermain basket bersama saya, memberikan info kepada saya untuk menjadi volunteer pelatih basket di Yao Ming Foundation. Lewat bantuannya saya melamar menjadi salah satu volunteer pelatih Yao Ming Foundation di district Shanghai dan berhasil lulus tes menjadi staf pelatih disana. Mungkin yang membuat saya senang dan berkesan, saya adalah orang Indonesia pertama yang dipercaya dan ditunjuk langsung oleh Yao Ming Saya sebagai "Youth Development Program Manager" selama hampir 3 tahun lamanya (2013-2016), sebelum akhirnya saya kembali lagi ke Indonesia di tahun 2016," ujar Danny Duck yang juga aktif sebagai Sekjen di Komunitas Manusia Basket Indonesia (MBI).

Lanjut Baca:

Pria yang kini berusia 52 tahun itu pun menjelaskan lebih lanjut mengenai program Yao Ming Foundation yang merupakan gagasan Yao Ming langsung untuk mengenalkan olahraga basket di negerinya khususnya untuk pengenalan basket usia dini yang berjenjang mulai dari umur 8-16 tahun. "Di negeri asalnya Yao Ming sangat dihormati dan menjadi salah satu pahlawan olahraga China yang sangat dikagumi mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa. Yao Ming Foundation ada diseluruh provinsi China, saya melatih di district Shanghai setiap Sabtu Minggu (2 kali selama 1 bulan) dengan modul kepelatihan yang telah disusun oleh tim kepelatihan Yao Ming. Tidak ada latihan game, yang ada hanya latihan dasar, mulai dari passing, dribling, shooting dan fisik. Saya ditunjuk untuk melatih kelompok umur 12-16 putra putri, walau sesekali juga bersama staf pelatih lainnya melatih anak-anak usia dibawah 10 tahun," lanjutnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya