Resensi Film Surga yang Tak Dirindukan 3: Paruh Kedua Proses Detail Mengurai Prasangka dalam Cinta

Surga Yang Tak Dirindukan 3 menampilkan Fedi Nuril, Marsha Timothy, dan Reza Rahadian. Film ini disutradarai Pritagita Arianegara.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 19 April 2021, 09:30 WIB
Surga Yang Tak Dirindukan 3 menampilkan Fedi Nuril, Marsha Timothy, dan Reza Rahadian. Film ini disutradarai Pritagita Arianegara. (Foto: Dok. MD Pictures)

Liputan6.com, Jakarta Surga Yang Tak Dirindukan (SYTD) kali pertama dirilis pada Juli 2015, sebagai salah satu peserta kontes Lebaran. Ia bersaing dengan sejumlah film termasuk Comic 8: Casino Kings Part 1. Kalah di pekan pertama, SYTD membalap dengan hasil akhir box office 1,5 juta penonton.

Dirancang sebagai waralaba dengan Prasetya (Fedi Nuril) sebagai pusat universe, SYTD dibuat sekuel pada 2017. Kursi sutradara yang semula diduduki Kuntz Agus kala itu diambil alih Hanung Bramantyo. Dirilis Februari 2017, film ini menyedot 1,6 juta penonton.

Jilid ketiga film ini terhalang pandemi Covid-19. Surga Yang Tak Dirindukan 3 dirilis di platform streaming Disney+ Hotstar. Ditangani Pritagita Arianegara, akankah film ini lebih baik dari para pendahulunya? Berikut resensi film Surga yang Tak Dirindukan 3.


Masa Lalu Meirose

Fedi Nuril sebagai Pras. (Foto: Instagram @mdpictures_official)

Pras dan Meirose (Marsha Timothy) hidup bahagia bareng Nadia (Zara Leola) serta Akbar (Ali Fikry). Buat yang tak menonton film sebelumnya, Nadia adalah putri dari pernikahan Pras dan Arini (Laudya Cynthia Bella).

Akbar putra Meirose dengan laki-laki yang dulu berjanji akan menikahinya namun menghilang. Sepeninggal Arini, kehidupan keluarga Pras baik-baik saja. Musibah datang ketika staf keuangan melarikan uang dengan dalih umrah ke Tanah Suci. Masalah lain datang dari masa lalu Meirose.

Suatu hari, Ray Sastrowardoyo (Reza Rahadian) yang mengaku sebagai ayah kandung Akbar hadir menawarkan pinjaman tanpa bunga kepada Pras yang didemo para pekerja, menuntut pembayaran gaji. Kehadiran Ray membuat Meirose syok.


Pras Sebagai Pusat Universe

Pras sebagai pusat universe Surga Yang Tak Dirindukan. (Foto: Instagram @fedinuril)

Apalagi, Ray ketua Yayasan yang menaungi sekolah Akbar. Ray rupanya menghilang disertai alasan kuat. Ibunda Ray, Nungky (Lydia Kandou) berharap putranya menemukan cinta yang telah lama menghilang. Di sisi lain, Pras mencium gelagat tak sedap sejak Ray hadir.

Pras memang masih jadi pusat universe namun Meirose di tangan Marsha ternyata magnet terkuat. Ia lebih dewasa. Emosinya mapan. Drama ini disokong sejumlah konflik batin. Pertama, keyakinan Pras pada pasangan terguncang.

Kedua, Meirose di persimpangan. Persimpangan ini bisa ditafsirkan ke dalam banyak hal termasuk menyikapi kehadiran Ray dan upaya keluar dari bayang-bayang Arini untuk jadi diri sendiri.

Lanjut Baca:

Reza seperti biasa tampil meyakinkan. Hanya, penampilannya sedikit banyak masih mengingatkan kita pada Dokter Syarif di jilid kedua. Gaya rambut dan warna vokal sebenarnya bisa dibuat lain agar garis perbedaan dua tokoh ini menebal. Secara keseluruhan, SYTD terbagi dalam dua paruh. Paruh pertama terasa mengambang dan ada sejumlah catatan kritis. Dari kali pertama nama Ray disebut mestinya, Meirose menaruh curiga. Termasuk ketika berinteraksi dengan jarak setipis pintu dan kaca jendela mobil. Kecurigaan Ray mestinya menguat. Namun kita tak merasakan itu hingga tatap muka yang paling dinanti terpampang di layar. Agak gimana, gitu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya