FOTO: Myanmar Makin Membara, Demonstran Lawan Polisi Pakai Busur Panah

Kepala junta Myanmar pada hari Sabtu menggunakan kesempatan Hari Angkatan Bersenjata negara itu untuk mencoba membenarkan penggulingan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi, ketika pengunjuk rasa menandai hari libur dengan menyerukan demonstrasi yang lebih besar.

oleh Johan Fatzry diperbarui 29 Mar 2021, 11:45 WIB
Makin Mencekam, Demonstran Myanmar Lawan Polisi Pakai Panahan
Kepala junta Myanmar pada hari Sabtu menggunakan kesempatan Hari Angkatan Bersenjata negara itu untuk mencoba membenarkan penggulingan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi, ketika pengunjuk rasa menandai hari libur dengan menyerukan demonstrasi yang lebih besar.
Pengunjuk rasa anti-kudeta menyiapkan busur dan anak panah darurat untuk menghadapi polisi di kota Thaketa Yangon, Myanmar (27/3/2021). Kepala junta Myanmar menggunakan kesempatan Hari Angkatan Bersenjata untuk mencoba membenarkan penggulingan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi. (AP Photo)
Seorang demonstran anti-kudeta mengangkat busurnya selama demonstrasi di kotapraja Dala, Yangon, Myanmar (27/3/2021). Para pengunjuk rasa menandai Hari Angkatan Bersenjata dengan menyerukan demonstrasi yang lebih besar. (AP Photo)
Para pengunjuk rasa mengumpulkan ban untuk menambah api yang dipasang selama unjuk rasa menentang kudeta militer di kota Tarmwe di Yangon, Myanmar (27/3/2021). (AP Photo)
Pengunjuk bersiap dengan senapan angin darurat selama tindakan keras polisi di kotapraja Thaketa di Yangon, Myanmar (27/3/2021). Kepala junta Myanmar menggunakan kesempatan Hari Angkatan Bersenjata untuk mencoba membenarkan penggulingan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi. (AP Photo)
Pengunjuk menyiapkan senapan angin darurat untuk menghadapi polisi di kota Thaketa Yangon, Myanmar (27/3/2021). Para pengunjuk rasa menandai Hari Angkatan Bersenjata dengan menyerukan demonstrasi yang lebih besar. (AP Photo)
Seorang pengunjuk rasa anti-kudeta berdiri di dekat api selama demonstrasi di kotapraja Dala, Yangon, Myanmar (27/3/2021). Kepala junta Myanmar menggunakan kesempatan Hari Angkatan Bersenjata untuk mencoba membenarkan penggulingan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi. (AP Photo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya