Jangan Percaya 4 Mitos Ini, Protein Tidak Akan Gagalkan Diet Anda

Protein kerap menghampiri menu sehari-hari kita, jangan diabaikan atau takut gagalkan diet Anda.

oleh Fitri SyarifahDiterbitkan 05 Maret 2021, 18:30 WIB
Ilustrasi sumber protein (Sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta Banyak masyarakat yang terkadang termakan dengan mitos yang sudah lama tersebar soal protein. Salah satunya yaitu yang menyebutkan protein bisa menggagalkan program diet Anda. Itu bohong, jangan percaya.

Pada kenyataannya, justru protein yang membuat Anda merasa kenyang hingga waktu makan berikutnya, berdasarkan studi per Juni 2015 di American Journal of Clinical Nutrition.

Peneliti juga menyarankan untuk menambahkan protein ke dalam makanan Anda untuk mempermudah menjalani program diet rendah kalori.

Meskipun demikian, mengonsumsi terlalu banyak protein juga bukan berarti akan memperbanyak penurunan berat badan. Berikut ini, 4 mitos lainnya terkait diet protein, dilansir dari Health.

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:


Mitos 1: daging olahan itu sehat

Ilustrasi daging olahan (sumber: iStockphoto)

 

Manfaat penurunan berat badan memang bisa juga dimiliki protein nabati. Namun lain halnya jika itu daging olahan. Dalam penelitian, beberapa daging olahan diproses secara berlebihan dan orang yang banyak mengonsumsi makanan olahan cenderung memiliki kenaikan berat badan seiring waktu dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi makanan utuh.

Dalam satu studi, yang diterbitkan bulan Juni 2011 di The New England Journal of Medicine, responden yang banyak mengonsumsi makanan olahan seperti keripik kentang, minuman manis dan daging olahan memperoleh kenaikan berat badan rata-rata 3 pound (sekitar 1,5 kg) dalam kurun waktu 4 tahun, lebih banyak daripada responden yang makan lebih sedikit makanan olahan.

Jadi, usahakan untuk makan lebih banyak protein nabati yang merupakan makanan utuh (mislanya kacang-kacangan, lentil, tahu, dan sebagainya) dan pengganti daging yang pemrosesannya tidak panjang.

 


Mitos 2: Hambar itu baik

Makanan yang Sehat Dapat Membuat Sendi, Tulang, dan Otot Semakin Sehat. Makanan Apa Saja yang Sebaiknya Dikonsumsi?

Jika hambar yang dimaksud adalah mengonsumsi makanan berulang untuk diet, seperti orang obesitas yang berusaha makan makaroni keju setiap hari selama lima hari berturut-turut bisa berhasil dalam menurunkan berat badan, dilansir dari studi per Agustus 2011 di The American Journal of Clinical Nutrition. Namun bukan berarti Anda harus mengonsumsi makanan yang tidak berbumbu dan membosankan.

Berikut ini tips menambah rasa dengan sedikit kalori pada protein favorit Anda.

- Untuk daging yang digoreng, dibakar atau dipanggang

Lanjut Baca:

Daging dan ikan yang diolah dengan cara ini bisa menghasilkan rasa yang kaya, dari proses karamelisasi permukaan luar protein saat menyentuh panas. Untuk proses di wajan, Anda bisa memarinasi daging atau menggarami daging yang sudah dikeringkan (untuk hasil luar yang renyah) sembari menunggu wajan panas atau minyak (jika pakai) mendidih. Daging siap dibalik jika sudah tidak menempel pada wajan. - Untuk daging yang direbus Air rebusan daging bisa menjadi kaldu yang gurih. Ini cocok untuk makanan laut karena berdasarkan national Fisheries Institute, ikan akan menghasilkan rasa yang lebih lembut daripada jika dipanggang atau dibakar. Pertahankan kulit Sebaiknya biarkan kulit untuk potongan protein seperti dada ayam, paha ayam, salmon, dan fillet ikan berdaging lainnya saat memasaknya. Kulit akan membantu menjebak cairan yang membuat daging menjadi lebih empuk dan enak. Setelah dimasak, Anda bisa membuang kulitnya untuk menghemat kalori dan lemak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya