Bola Ganjil: Adu Cepat Pele vs Astronot Apollo 12 Menggores Sejarah

Simak kisah Pele ketika memburu gol ke-1.000 sepanjang kariernya, yang kebetulan bertepatan dengan misi Apollo 12.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 03 Maret 2021, 00:30 WIB
Pele. (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat mengantisipasi peristiwa bersejarah pada November 1969. Di dunia sepak bola, publik menanti gol ke-1.000 Pele di lapangan hijau.

Sementara massa pada umumnya menunggu kesuksesan Apollo 12, pesawat luar angkasa kedua yang mencapai Bulan.

Masing-masing memiliki tantangan tersendiri. Pele berusaha masuk kelompok elite pemain yang mampu mencapai empat digit. Sejarah mencatat hanya lima nama lain yang melakukannya, yakni Franz Binder, Josef Bican, Arthur Friedenreich, Gerd Muller, dan Ferenc Puskas.

Sementara Apollo 12 coba mengikuti jejak Apollo 11 mendarat di Bulan. Misi ke-11 dari NASA ini dijalankan trio astronot Charles Conrad Jr, Richard F Gordon Jr, dan Alan L Bean.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Saksikan Video Pele Berikut Ini


Obsesi Brasil

Pele. (AFP/Mauro Pimentel)

Pele terbantu obsesi masyarakat Brasil terhadap sepak bola. Mereka menghitung jumlah Sang Raja, termasuk dalam laga persahabatan, sebagai bentuk dukungan untuk menahbiskan idola menjadi yang terbaik sepanjang masa. Begitu torehan tersebut mendekati angka seribu, hitung mundur pun dimulai.

Berawal pada 15 Oktober 1959. Santos mengalahkan Portuguesa de Desportos 6-2 dengan Pele mencetak empat gol. Torehan tersebut membuat koleksi golnya menjadi 993.

Dalam dua pekan berikutnya, Pele menambah dua gol melawan Coritiba, gagal di laga versus Fluminense, sekali merobek gawang Flamengo, sebelum mandul pada dua pertandingan.

Santos kemudian pergi ke timur laut Brasil untuk bertanding. Pada 12 November, Pele mencetak dua gol melawan Santa Cruz dan sekali mencatatkan gol di laga uji coba kontra Paraiba State XI.

Berada di 999, Pele sebenarnya bisa mendapatkan satu angka yang dibutuhkan untuk menyentuh angka historis. Namun, pertengahan babak kedua, kiper Santos Aguinaldo cedera. Dia lalu digantikan Pele.

Kebijakan ini sebenarnya sudah beberapa kali diterapkan sebelumnya. Pele menjadi penjaga gawang untuk menghibur penonton dengan kemampuannya sebagai kiper, sekaligus menghemat tenaga karena sebatas partai persahabatan.

Tapi, keputusan tersebut tetap terasa aneh mengingat sejarah yang berpotensi terjadi. Penonton yang datang ke stadion pun melontarkan kekecewaan karena tidak bisa menyaksikan langsung gol ke-1.000 sang bintang.

Lanjut Baca:

Fokus pun tertuju ke laga Santos berikutnya melawan Bahia pada 16 November. Publik yakin Pele bakal mencapai seribu gol. Namun, perhatian mereka tertuju ke angkasa di saat bersamaan. Pada 14 November, Apollo 12 meninggalkan Kennedy Space Centre menuju Bulan. Masyarakat pun bertaruh, siapa yang lebih cepat menulis sejarah. Mengingat kesulitan dan kondisi yang sulit ditebak, Apollo 12 diprediksi paling cepat mendarat di Bulan pada 18 November. Artinya, Pele memiliki keuntungan dua hari untuk memenangkan duel. Antisipasi besar itu nyatanya menciptakan beban signifikan di pundak Pele. Dia tampil kurang lepas, terlebih dengan banyaknya peluang yang dibuang. Meski salah satunya berbuah gol. Pele sukses melewati kiper dan menendang bola. Tapi eksekusinya mengenai mistar, yang kemudian diteruskan rekan setim Jair Bala. "Saya sangat gugup. Pada saat itu saya ingin gol ke-1.000 sudah dicetak. Muncul rasa takut saya tidak bakal mencapainya," aku Pele.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya