Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat mengantisipasi peristiwa bersejarah pada November 1969. Di dunia sepak bola, publik menanti gol ke-1.000 Pele di lapangan hijau.
Sementara massa pada umumnya menunggu kesuksesan Apollo 12, pesawat luar angkasa kedua yang mencapai Bulan.
Advertisement
Masing-masing memiliki tantangan tersendiri. Pele berusaha masuk kelompok elite pemain yang mampu mencapai empat digit. Sejarah mencatat hanya lima nama lain yang melakukannya, yakni Franz Binder, Josef Bican, Arthur Friedenreich, Gerd Muller, dan Ferenc Puskas.
Sementara Apollo 12 coba mengikuti jejak Apollo 11 mendarat di Bulan. Misi ke-11 dari NASA ini dijalankan trio astronot Charles Conrad Jr, Richard F Gordon Jr, dan Alan L Bean.
**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.
Saksikan Video Pele Berikut Ini
Obsesi Brasil
Pele terbantu obsesi masyarakat Brasil terhadap sepak bola. Mereka menghitung jumlah Sang Raja, termasuk dalam laga persahabatan, sebagai bentuk dukungan untuk menahbiskan idola menjadi yang terbaik sepanjang masa. Begitu torehan tersebut mendekati angka seribu, hitung mundur pun dimulai.
Berawal pada 15 Oktober 1959. Santos mengalahkan Portuguesa de Desportos 6-2 dengan Pele mencetak empat gol. Torehan tersebut membuat koleksi golnya menjadi 993.
Dalam dua pekan berikutnya, Pele menambah dua gol melawan Coritiba, gagal di laga versus Fluminense, sekali merobek gawang Flamengo, sebelum mandul pada dua pertandingan.
Santos kemudian pergi ke timur laut Brasil untuk bertanding. Pada 12 November, Pele mencetak dua gol melawan Santa Cruz dan sekali mencatatkan gol di laga uji coba kontra Paraiba State XI.
Berada di 999, Pele sebenarnya bisa mendapatkan satu angka yang dibutuhkan untuk menyentuh angka historis. Namun, pertengahan babak kedua, kiper Santos Aguinaldo cedera. Dia lalu digantikan Pele.
Kebijakan ini sebenarnya sudah beberapa kali diterapkan sebelumnya. Pele menjadi penjaga gawang untuk menghibur penonton dengan kemampuannya sebagai kiper, sekaligus menghemat tenaga karena sebatas partai persahabatan.
Tapi, keputusan tersebut tetap terasa aneh mengingat sejarah yang berpotensi terjadi. Penonton yang datang ke stadion pun melontarkan kekecewaan karena tidak bisa menyaksikan langsung gol ke-1.000 sang bintang.