Liputan6.com, New York: Korban tewas akibat Badai Sandy terus bertambah. Berdasarkan laporan, jumlah korban di Amerika Serikat dan Kanada mencapai 163 orang. Media Associated Press mewartakan, Jumat (2/11), menurut laporan Departemen Kesehatan, korban tersebut berasal dari 15 negara bagian AS yang terkena bencana alam tersebut.
Korban tewas rata-rata terbawa arus banjir. Banyak juga korban tersengat listrik atau tenggelam di ruang bawah tanah serta yang meninggal karena keracunan akibat asap generator diesel yang digunakan di rumah mereka.
Wali Kota New York Michael Bloomberg mengkhawatirkan jumlah korban akan terus bertambah. Polisi dan pemadam kebakaran terus bekerja untuk menemukan korban hilang.
Badai Sandy juga membuat sendi-sendi kehidupan AS porak-poranda. Pasokan listrik di beberapa wilayah padam. Akibatnya, sekitar 650 ribu warga AS harus hidup tanpa listrik. Bahkan, akses jalan juga banyak yang terputus.(ADO)
Korban tewas rata-rata terbawa arus banjir. Banyak juga korban tersengat listrik atau tenggelam di ruang bawah tanah serta yang meninggal karena keracunan akibat asap generator diesel yang digunakan di rumah mereka.
Wali Kota New York Michael Bloomberg mengkhawatirkan jumlah korban akan terus bertambah. Polisi dan pemadam kebakaran terus bekerja untuk menemukan korban hilang.
Badai Sandy juga membuat sendi-sendi kehidupan AS porak-poranda. Pasokan listrik di beberapa wilayah padam. Akibatnya, sekitar 650 ribu warga AS harus hidup tanpa listrik. Bahkan, akses jalan juga banyak yang terputus.(ADO)