Liputan6.com, Merak: Empat orang tewas dan sembilan luka-luka akibat tabrakan antara Kereta Api Ekonomi jurusan Jakarta-Merak dan Bus Primajasa di lintasan kereta di Desa Gerem, Merak, Banten, Selasa (12/11) pagi. Tabrakan tersebut terjadi saat Bus Primajasa meluncur dari arah Merak menuju Jakarta. Saat hendak melewati lintasan kereta api di Desa Gerem, tiba-tiba meluncur rangkaian kereta api ekonomi ke arah Merak. Sopir bus Mahdum berusaha mengerem namun bus berhenti tepat di atas lintasan kereta sehingga tabrakan tak bisa dihindari.
Menurut saksi mata, akibat benturan keras tadi, bus langsung terguling dan mengenai angkutan kota di sebelahnya, sedangkan lokomotif kereta dan tiga gerbongnya keluar dari rel dan terbalik. Seorang saksi mata menuturkan, tabrakan terjadi karena sopir bus tidak mengindahkan sinyal pintu lintasan yang sudah menunjukkan lampu merah. "Dia malah berhenti pas di atas rel," kata lelaki itu.
Kepala Kepolisian Sektor Merak Ajun Komisaris Polisi Ade mengatakan, perlintasan itu tidak dilengkapi palang pintu sehingga rawan kecelakaan. Dalam dua tahun terakhir, tercatat dua kali tabrakan serupa. Saat ini polisi masih meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk Mahdum dan masinis kereta Sutjipto.(COK/Eddy Priyono dan Taufik Maru)
Menurut saksi mata, akibat benturan keras tadi, bus langsung terguling dan mengenai angkutan kota di sebelahnya, sedangkan lokomotif kereta dan tiga gerbongnya keluar dari rel dan terbalik. Seorang saksi mata menuturkan, tabrakan terjadi karena sopir bus tidak mengindahkan sinyal pintu lintasan yang sudah menunjukkan lampu merah. "Dia malah berhenti pas di atas rel," kata lelaki itu.
Kepala Kepolisian Sektor Merak Ajun Komisaris Polisi Ade mengatakan, perlintasan itu tidak dilengkapi palang pintu sehingga rawan kecelakaan. Dalam dua tahun terakhir, tercatat dua kali tabrakan serupa. Saat ini polisi masih meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk Mahdum dan masinis kereta Sutjipto.(COK/Eddy Priyono dan Taufik Maru)