Festival BKT, Pedagang Kecil Raup Untung

Doyok, seorang pedagang buku satu-satunya di festival BKT, Jaktim ini mengaku kebanjiran pembeli saat acara ini dibuka pada 26 Oktober 2012. Dalam satu jam, Doyok kantongi Rp 800 ribu.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 Oktober 2012, 14:49 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Meski baru digelar pertama kali, namun Festival Banjir Kanal Timur (BKT) yang berlangsung tiga hari ini, cukup membawa berkah bagi sebagian besar pedagang kecil menengah.

Seperti diakui Doyok, seorang pedagang buku. Satu-satunya pedagang buku di festival yang berlangsung di bantaran BKT, Jakarta Timur ini mengaku kebanjiran pembeli saat acara ini dibuka pada 26 Oktober 2012.

"Kemarin pas pembukaan hari pertama rame banget, sampai saya enggak bisa keluar dari stan. Hari pertama saya dapat Rp 800 ribu dalam dua jam," ujar pria asal Sumatera Barat ini kepada Liputan6.com di Festival BKT, Ahad (28/10).

Hal sama juga diakui Dodi, penjual minuman teh gelas. Ia mengaku, di hari pertama mampu menjual 80 gelas. Hari kedua, ayah dua anak ini mampu menjual 150 gelas. Sementara untuk satu gelas Dodi menjual seharga Rp 3000.

"Kalau pagi sampai siang sih biasanya masih sepi, soalnya panas. Ntar kalau udah sorean, agak teduh baru mulai ramai," ujar Dodi yang berharap, hari terakhir ini, lebih ramai pengunjung ketimbang dua hari sebelumnya.

Seperti diketahui, event akbar yang diharapkan menjadi festival ikonik di Jakarta ini, digelar di dua sisi trase kering BKT. Tepatnya di seberang Jalan Soekanto, mulai dari jembatan BKT di depan Kampus Dharma Persada, Malakajaya sampai pintu air BKT, Kelurahan Malakasari, Durensawit, Jaktim sepanjang sekitar 700 meter.

Selain itu, festival ini digelar untuk memperingati dan memeriahkan Hari Sumpah Pemuda. Acara festival merupakan kerjasama Bright IMC, Yayasan Karya Mandiri Indonesia dan Pemkot Administrasi Jakarta Timur.

Festival ini juga dimeriahkan pentas seni budaya yang ditampilkan di BKT di antaranya seni budaya khas Betawi dan seni budaya nasional dari daerah lain. Seperti tanjidor, topeng betawi, barongsai, reog ponorogo dan seni budaya dari daerah lain. Tak hanya itu, ada pula parade kreativitas pemuda dan pelajar seperti festival band, marching band, marawis dan hadroh.

Acara ini juga diramaikan bazaar kuliner nusantara, arena mainan anak-anak, aneka lomba dan kompetisi, serta bazaar murah pelaku UMKM di Jakarta hingga palu usaha jasa. Untuk menampung berbagai kegiatan tersebut panitia mendirikan 150 tenda yang ada di sepanjang 700 meter di lokasi berlangsung.

Pada festival ini diadakan selama tiga hari mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB sejak 26 hingga 28 Oktober 2012. Acara ini diharapkan menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Administrasi Jaktim sebagai ikon Jakarta.(AIS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya