Liputan6.com, Jakarta: Salah satu terduga teroris, Yanto yang digerebek di kontrakan di Palmerah sehari-hari membuka sablon. Pria yang berpawakan tinggi itu terkadang didatangi sejumlah wanita bercadar di kontrakannya.
"Tiap hari banyak yang datangi dia siang dan malam. Kadang ada cewek-cewek bercadar. Cuma enggak tahu keperluannya apa. Saya pikir cuma urusan kerjaan," ujar salah seorang warga Tati (38) saat ditemui di lokasi, Sabtu (27/8).
Tati merinci seperti apa pawakan Yanto. Menurutnya Yanto pria yang bertubuh tinggi dan kurus. "Cakep dah Mas, pakai kacamata," ujarnya.
Sementara itu, pantauan Liputan6.com, jalan menuju ke lokasi penggerebekan teroris di Gang Haji Kimin Nomor 24 RT 03 RW 09 di Palmerah, Jakarta Barat, telah diberi garis polisi. Warga yang penasaran sudah memadati pinggir jalan.
Seperti diketahui, tiga terduga teroris digerebek di dua kontarakan yang terletak di Palmerah. Mereka adalah David Anshari, Herman Setiono, dan Yanto. Mereka diduga terkait jaringan Madiun.(MEL)
"Tiap hari banyak yang datangi dia siang dan malam. Kadang ada cewek-cewek bercadar. Cuma enggak tahu keperluannya apa. Saya pikir cuma urusan kerjaan," ujar salah seorang warga Tati (38) saat ditemui di lokasi, Sabtu (27/8).
Tati merinci seperti apa pawakan Yanto. Menurutnya Yanto pria yang bertubuh tinggi dan kurus. "Cakep dah Mas, pakai kacamata," ujarnya.
Sementara itu, pantauan Liputan6.com, jalan menuju ke lokasi penggerebekan teroris di Gang Haji Kimin Nomor 24 RT 03 RW 09 di Palmerah, Jakarta Barat, telah diberi garis polisi. Warga yang penasaran sudah memadati pinggir jalan.
Seperti diketahui, tiga terduga teroris digerebek di dua kontarakan yang terletak di Palmerah. Mereka adalah David Anshari, Herman Setiono, dan Yanto. Mereka diduga terkait jaringan Madiun.(MEL)