Liputan6.com, Jakarta: Jam baru menunjukkan pukul 02.00 pagi dan Anda tiba-tiba saja terbangun akibat nyeri di perut, rasanya perut terbakar. Anda mungkin berpikir ini disebabkan makanan pedas yang disantap pada malam hari.
Rasa sakit akhirnya menghilang setelah Anda mengonsumsi antasid dan Anda pun bisa tidur lagi. Namun Anda tak berpikir kejadian itu akan terulang lagi.
Kejadian di atas menunjukkan gejala maag (yang dikenal dengan ulkus peptikum). Menurut MayoClinic.com, ulkus ini merupakan luka terbuka yang berkembang di lapisan perut Anda, usus kecil, atau esofagus.
Berikut sejumlah informasi mengenai maag seperti dikutip laman eHow, Selasa (23/10):
1. Ada berbagai jenis ulkus berdasarkan lokasi terjadinya. Ulkus lambung (tukak lambung) di temukan di perut, ulkus duodenum ada di usus kecil, dan ulkus esofagus di bagian bawah kerongkongan.
2. Mengonsumsi makanan panas, pedas, atau berlemak, atau terlalu stres dan tegang menjadi penyebab tukak lambung adalah mitos. Makanan pedas malah membantu menyembuhkan luka.
Makanan pedas memang bisa menyebabkan peradangan tapi mereka membantu menyembuhkan ulkus.
Kebanyakan, penyebab luka lebih dikaitkan dengan Helicobacter pylori (H. pylori), bakteri yang hidup dalam jaringan mukosa yang melapisi saluran pencernaan. Tidak seperti kebanyakan bakteri, yang tidak dapat bertahan dalam lingkungan asam lambung, H. pylori dapat hidup di lapisan lendir lambung. Bentuknya yang spiral memungkinkan untuk menembus lapisan lapisan lendir.
Sesampainya di sana, bakteri itu berkembang biak dan menghasilkan enzim urease dalam jumlah yang banyak, yang menciptakan amonium. Amonium merusak sel-sel di sekitarnya, melemahnya lapisan lendir. Asam lambung kemudian dapat merusak lapisan perut yang sensitif.
Meskipun 60 persen dari ulkus lambung dan 90 persen dari ulkus duodenum hasil dari infeksi H. pylori, namun ada penyebab lainnya. Perut dapat menghasilkan asam terlalu banyak. Sementara perut tidak menghasilkan lendir yang cukup yang sulit melindungi lapisan perut.
3. Meminum obat anti-inflamantory (NASIDs) menjadi penyebab lain dari tukak lambung. Menurut MayoClinic.com, obat seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, dan ketoprofen dapat mengiritasi dan meradangkan perut serta usus kecil.
4. Merokok, minum alkohol, dan stres bisa memperburuk gejala maag yang ada. Nikotin dalam tembakau dapat meningkatkan volume dan konsentrasi asam lambung, sementara terlalu banyak alkohol dapat mengiritasi dan mengikis lapisan mukosa lambung dan meningkatkan jumlah asam lambung yang diproduksi," kata MayoClinic.com. Dan stres dapat memperlambat proses penyembuhan.
5. Mengabaikan gejala maag dapat mengakibatkan pendarahan. Beberapa gejala ulkus lambung, termasuk rasa sakit, pendarahan gastrointestinal, dan penurunan berat badan. Gejala untuk ulkus duodenum termasuk rasa sakit dan pembakaran sensasional di bagian belakang tenggorokan.(MEL)
Rasa sakit akhirnya menghilang setelah Anda mengonsumsi antasid dan Anda pun bisa tidur lagi. Namun Anda tak berpikir kejadian itu akan terulang lagi.
Kejadian di atas menunjukkan gejala maag (yang dikenal dengan ulkus peptikum). Menurut MayoClinic.com, ulkus ini merupakan luka terbuka yang berkembang di lapisan perut Anda, usus kecil, atau esofagus.
Berikut sejumlah informasi mengenai maag seperti dikutip laman eHow, Selasa (23/10):
1. Ada berbagai jenis ulkus berdasarkan lokasi terjadinya. Ulkus lambung (tukak lambung) di temukan di perut, ulkus duodenum ada di usus kecil, dan ulkus esofagus di bagian bawah kerongkongan.
2. Mengonsumsi makanan panas, pedas, atau berlemak, atau terlalu stres dan tegang menjadi penyebab tukak lambung adalah mitos. Makanan pedas malah membantu menyembuhkan luka.
Makanan pedas memang bisa menyebabkan peradangan tapi mereka membantu menyembuhkan ulkus.
Kebanyakan, penyebab luka lebih dikaitkan dengan Helicobacter pylori (H. pylori), bakteri yang hidup dalam jaringan mukosa yang melapisi saluran pencernaan. Tidak seperti kebanyakan bakteri, yang tidak dapat bertahan dalam lingkungan asam lambung, H. pylori dapat hidup di lapisan lendir lambung. Bentuknya yang spiral memungkinkan untuk menembus lapisan lapisan lendir.
Sesampainya di sana, bakteri itu berkembang biak dan menghasilkan enzim urease dalam jumlah yang banyak, yang menciptakan amonium. Amonium merusak sel-sel di sekitarnya, melemahnya lapisan lendir. Asam lambung kemudian dapat merusak lapisan perut yang sensitif.
Meskipun 60 persen dari ulkus lambung dan 90 persen dari ulkus duodenum hasil dari infeksi H. pylori, namun ada penyebab lainnya. Perut dapat menghasilkan asam terlalu banyak. Sementara perut tidak menghasilkan lendir yang cukup yang sulit melindungi lapisan perut.
3. Meminum obat anti-inflamantory (NASIDs) menjadi penyebab lain dari tukak lambung. Menurut MayoClinic.com, obat seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, dan ketoprofen dapat mengiritasi dan meradangkan perut serta usus kecil.
4. Merokok, minum alkohol, dan stres bisa memperburuk gejala maag yang ada. Nikotin dalam tembakau dapat meningkatkan volume dan konsentrasi asam lambung, sementara terlalu banyak alkohol dapat mengiritasi dan mengikis lapisan mukosa lambung dan meningkatkan jumlah asam lambung yang diproduksi," kata MayoClinic.com. Dan stres dapat memperlambat proses penyembuhan.
5. Mengabaikan gejala maag dapat mengakibatkan pendarahan. Beberapa gejala ulkus lambung, termasuk rasa sakit, pendarahan gastrointestinal, dan penurunan berat badan. Gejala untuk ulkus duodenum termasuk rasa sakit dan pembakaran sensasional di bagian belakang tenggorokan.(MEL)