Bola Ganjil: Tim Impian Almarhum 2020

Menandai pergantian 2020, berikut 11 almarhum bintang sepak bola yang bakal menciptakan tim hebat.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 31 Desember 2020, 00:30 WIB
Menandai pergantian 2020, berikut 11 almarhum bintang sepak bola yang bakal menciptakan tim hebat. (Liputan6.com/Abdillah)

 

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2020 meninggalkan luka mendalam di dunia sepak bola. Begitu banyak legenda lapangan hijau dipanggil Yang Kuasa.

Menandai pergantian tahun, mari kita membayangkan kehebatan tim yang berisi 11 almarhum.

Tim ini berisi empat warga negara: Inggris, Belanda, Argentina, dan Italia. Sebanyak empat di antaranya merupakan juara Piala Dunia, serta enam nama yang setidaknya pernah sekali memenangkan Piala Champions atau Liga Champions.

Para starter dipilih berdasar pertimbangan keseimbangan permainan tim, bukan sekedar memasukkan nama dengan naluri serang sebanyak mungkin.

Berikut tim para almarhum yang meninggal tahun 2020:

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini


Belakang

Jack Charlton. (AFP/Paul Ellis)

Kiper: Ray Clemence (Inggris), 5 Agustus 1948–15 November 2020

Penjaga gawang berbakat tanpa kompromi yang jadi andalan Liverpool. Dia memenangkan tiga gelar Piala Champions plus lima titel Liga Inggris.

Clemence pindah ke Tottenham pada 1981 dan kariernya berlanjut ke sana. Bakal lebih sering bermain di pentas internasional jika bukan karena Peter Shilton.

Bek Kanan: Wim Suurbier (Belanda), 16 Januari 1945–12 Juli 2020

Cepat, kuat, pantang menyerah dan punya teknik tinggi. Suurbier merupakan bagian penting Ajax Amstedam dan timnas pada era 1970-an.

Salah satu bek saya terbaik di dunia dalam satu dekade, Suurbier loyal bersama Ajax sebelum pergi di usia 32 tahun. Dia kemudian berpetualang ke Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat.

Bek Tengah: Barry Hulshoff (Belanda), 30 September 1946–16 Februari 2020

Bek tangguh dan bisa diandalkan lain dari Ajax saat memenangkan tiga edisi Piala Champions pada 1970-an. Hulshoff memulai karier di lini tengah sebelum dipindah ke belakang.

Dengan kemampuan mengeksekusi bola mati, Hulshoff juga kerap mencatatkan nama di papan skor. Sayang dia absen di Piala Dunia 1974 akibat cedera.

Bek Tengah: Jack Charlton (Inggris), 8 Mei 1935–10 Juli 2020

Meski permainannya kurang elegan, jangan ragukan determinasi, kepemimpinan, dan hasrat Charlton untuk meraih kemenangan.

Lanjut Baca:

Dia merupakan batu karang di jantung pertahanan ketika Leeds United jadi salah satu tim terbaik Eropa. Charlton mempertahankan performa bersama timnas. Membentuk tembok solid bersama Bobby Moore, dia membantu tanah kelahiran jadi juara Piala Dunia 1966. Bek Kiri: Silvio Marzolini (Argentina), 4 Oktober 1940–17 Juli 2020 Menghabiskan mayoritas kariernya bersama Boca Juniors, talenta Marzolini jarang terpantau dunia. Dia hanya terpantau ketika bermain di Piala Dunia. Namun, pada 1960-an, Marzolini dicap sebagi Giacinto Facchetti versi Amerika Selatan. Memenangkan berbagai titel di level klub, Marzolini menunjukkan kemampuannya di Piala Dunia 1966. Dia terpilih sebagai bek kiri turnamen tersebut.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya