Liputan6.com, Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta segera menindaklanjuti usulan Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)-nya untuk membuat maket rencana induk (grand design) revitalisasi Malioboro.
"Rencana revitalisasi Malioboro secara keseluruhan itu sudah ada, tapi hal ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah kota," kata Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, di Yogyakarta, Ahad (14/10).
Menurut dia, selain Pemerintah Kota Yogyakarta, rencana induk revitalisasi Malioboro tersebut juga melibatkan pihak lain, seperti Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan PT Kereta Api.
"Karena itu, perlu ada koordinasi dengan pemangku kepentingan tersebut, karena yang dimaksud oleh Komisi C terkait maket adalah maket yang menunjukkan grand design secara utuh dan ideal," katanya. Ia mengemukakan, koordinasi itu juga termasuk dalam penganggaran, yaitu apakah menggunakan anggaran perubahan Kota Yogyakarta atau dianggarkan tahun depan.
Saat ini, kata Aman, Pemerintah Kota Yogyakarta mulai melakukan revitalisasi Malioboro dalam tahapan transisional yang tidak akan mengganggu rencana induk revitalisasi kawasan tersebut secara keseluruhan.
Sejumlah pekerjaan revitalisasi yang dilakukan dalam tahapan transisional itu, di antaranya menghilangkan pot tanaman yang menjadi pembatas jalur lambat dengan jalur cepat hingga ke Titik Nol Kilometer.
Selain itu, juga akan dilakukan penertiban papan reklame yang bertujuan mengembalikan fasad bangunan di sepanjang Jalan Malioboro, sehingga bisa semakin menegaskan kawasan tersebut sebagai kawasan cagar budaya.
"Dengan membuat pembatas jalan yang lebih rendah, maka ruang pejalan kaki akan menjadi lebih optimal. Kemudian penertiban papan reklame akan menghadirkan atmosfer cagar budaya di kawasan itu," kata Aman.
Pemerintah Kota Yogyakarta sebelumnya telah melakukan revitalisasi tahap pertama dari ujung utara Jalan Malioboro hingga simpang tiga Jalan Dagen, dengan penertiban papan reklame serta menghilangkan pot tanaman sebagai pembatas jalan.
"Revitalisasi lanjutan akan kami lakukan setelah kami melakukan pertemuan dengan dewan. Diharapkan, pelaksanaan revitalisasi lanjutan sudah bisa dilakukan pekan depan," katanya.
Menurut dia, selain Pemerintah Kota Yogyakarta, rencana induk revitalisasi Malioboro tersebut juga melibatkan pihak lain, seperti Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan PT Kereta Api.
"Karena itu, perlu ada koordinasi dengan pemangku kepentingan tersebut, karena yang dimaksud oleh Komisi C terkait maket adalah maket yang menunjukkan grand design secara utuh dan ideal," katanya. Ia mengemukakan, koordinasi itu juga termasuk dalam penganggaran, yaitu apakah menggunakan anggaran perubahan Kota Yogyakarta atau dianggarkan tahun depan.
Saat ini, kata Aman, Pemerintah Kota Yogyakarta mulai melakukan revitalisasi Malioboro dalam tahapan transisional yang tidak akan mengganggu rencana induk revitalisasi kawasan tersebut secara keseluruhan.
Sejumlah pekerjaan revitalisasi yang dilakukan dalam tahapan transisional itu, di antaranya menghilangkan pot tanaman yang menjadi pembatas jalur lambat dengan jalur cepat hingga ke Titik Nol Kilometer.
Selain itu, juga akan dilakukan penertiban papan reklame yang bertujuan mengembalikan fasad bangunan di sepanjang Jalan Malioboro, sehingga bisa semakin menegaskan kawasan tersebut sebagai kawasan cagar budaya.
"Dengan membuat pembatas jalan yang lebih rendah, maka ruang pejalan kaki akan menjadi lebih optimal. Kemudian penertiban papan reklame akan menghadirkan atmosfer cagar budaya di kawasan itu," kata Aman.
Pemerintah Kota Yogyakarta sebelumnya telah melakukan revitalisasi tahap pertama dari ujung utara Jalan Malioboro hingga simpang tiga Jalan Dagen, dengan penertiban papan reklame serta menghilangkan pot tanaman sebagai pembatas jalan.
"Revitalisasi lanjutan akan kami lakukan setelah kami melakukan pertemuan dengan dewan. Diharapkan, pelaksanaan revitalisasi lanjutan sudah bisa dilakukan pekan depan," katanya.
Revitalisasi lanjutan tersebut ditargetkan sudah dapat diselesaikan pada akhir tahun. Pada 2013 pemerintah kota akan fokus pada pengembalian fasad asli bangunan serta penataan pedagang kaki lima. (ANT)