Bedah Dunia Stand Up Comedy dan Art di IDGAF SoundLiveFest 2020, #BikinApaansikJadiAsik

IDGAF SoundLiveFest 2020 hadirkan pembahasan menarik seputar dunia stand up comedy dan art.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 22 Desember 2020, 00:01 WIB
IDGAF SoundLiveFest 2020.

Liputan6.com, Jakarta Situasi pandemi yang melanda Indonesia tak menghentikan industri kreatif untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat luas. Tak bisa menggelar event kreatif dan festival secara offline yang bisa disaksikan secara langsung, Samara LIVE menghadirkan kembali festival dengan format virtual atau online.

Untuk menginspirasi sekaligus menghibur masyarakat Indonesia di akhir tahun 2020 yang penuh tantangan dan banyak keresahan, Samara Live menggelar I Dont Give a Fest atau IDGAF SoundLiveFest 2020, #BikinApaansikJadiAsik selama 2 hari pada 19 dan 20 Desember 2020.

Hari pertama IDGAF SoundLiveFest 2020 hadirkan talkshow tentang Film bersama Sutradara, Jason Iskandar dan Streetwear Fashion bersama Co-Founder of Take Craft, Arya Dibi. Panggung musik IDGAF SoundLiveFest 2020 hari pertama menampilkan Kapal Udara, Hondo, Danilla dan Adhitia Sofyan.

 


Hari Kedua IDGAF SoundLiveFest 2020

Ilustrator Jamal Masykur Aziz.

IDGAF SoundLiveFest 2020 hari kedua diawali dengan Talkshow Art yang mengangkat tema "Seeing The World in Technicolor: Beauty from Chaos Through Artist's Eyes" bersama Ilustrator Jamal Masykur Aziz dan dipandu oleh Educator and Art Museum Professional, Aprina Murwanti.

Berkecimpung di dunia seni rupa dan mural lebih dari 10 tahun, membuat Aziz sudah banyak merasakan manis asam dunia seni rupa. Menariknya pemilik Instagram Lapantigatiga ini tidak memiliki latar pendidikan kesenian atau seni rupa melainkan sekolah jurusan IT.

Bermodal komputer di rumah dan kesukaan menggambar, Aziz mulai membuat berbagai ilustrasi, termasuk dari aplikasi Corel Draw. Kerap menang kompetisi desain membuat Aziz jadi semakin percaya diri untuk mendalami seni visual. Sementara karya seni mural Aziz yang berkesan berawal dari permintaan Endah N Resha untuk menghias cafenya. Dari situ juga yang menjadi portofolio pertama untuk seni mural dan mulai mendapatkan banyak klien.

Sebagai orang yang bukan berlatar belakang seni, Aziz mengungkapkan bahwa memiliki portofolio sangat penting namun tetap harus memahami dasar dan ilmu dari seni itu sendiri.

"Yang paling penting belajar dari basic-nya dulu. Gw bukan orang seni, tapi gw suka akan seni painting. Gw belajar bukan dari hasil jadi orang, tapi gw pelajari literaturnya. Ketika gw bingung lukisan A, jadi gw tau treadmentnya. Jadi ada solusi. Untuk yang baru mulai, sebelum menampilkan portofolio itu, mendingan kita belajar dulu dari bawah. Ketika sudah mulai pantas diri untuk maju, maka akan lebih mudah untuk majunya. Daripada karya keren-keren dulu, nanti malah belum siap," ujar Aziz.

Lanjut Baca:

Untuk mencari ide, Aziz mengatakan bisa dari mana saja. Tongkrongan, jalan-jalan, tapi dirinya mengaku lebih banyak dari lingkungan terdekat. "Sampai sekarang ini dapat inspirasi dan imajinasi dan nyari konsep kebanyakan dari lingkungan terdekat, didengarkan trus dicatet, gw pakai kata kunci. Sehingga gw punya titik fokus, nyortirnya lebih enak, dari situ diterjemahin ke visual. Dari kata kunci A, bisa memvisualisasikan A, B, C yang ada dipikiran gw," jelasnya. Buat yang ingin jadi freelancer seni rupa, Aziz punya tips. "Jangan bandingkan diri dan karyamu dengan orang lain. Itu bisa bikin down dan tidak semangat. Tapi bandingkan diri dengan hari kemarin. Daripada melihat ke atas, lihat sendiri yang bisa digali," ujar Aziz.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya