Liputan6.com, Bandar Lampung: Empat orang luka-luka dalam bentrokan antara aparat keamanan dan massa pendukung Bupati Lampung Barat I Wayan Dirpa di Kantor DPRD setempat, Sabtu (2/11). Kemarahan massa bermula ketika voting Sidang Pleno DPRD menetapkan tiga nama calon bupati periode 2002-2007. Mereka yang akan dipilih 5 November mendatang adalah Indra Ismail, Aman Astra Ramli, dan Erwin Nizar. Wayan Dirpa yang dicalonkan Fraksi Partai Golkar tidak tercantum.
Massa pendukung Wayan Dirpa di luar Gedung DPRD memprotes keputusan tersebut. Massa yang melemparkan batu ke dibalas aparat keamanan dengan tembakan peringatan ke udara. Aksi sempat mereda setelah Kepala Kepolisian Resor Lampung Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Achmad Fudail mempertemukan wakil massa dengan panitia pemilihan. Namun pertemuan ini tidak mencapai kata sepakat karena Ketua DPRD Agus Satimanto meninggalkan ruang sidang seusai sidang pleno.
Dua dari empat korban yang terluka menderita luka di kepala dan bola mata akibat pukulan popor senjata aparat. Wanirsyah, seorang korban kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Abdul Muluk Bandar Lampung.(COK/Bisri Merduani)
Massa pendukung Wayan Dirpa di luar Gedung DPRD memprotes keputusan tersebut. Massa yang melemparkan batu ke dibalas aparat keamanan dengan tembakan peringatan ke udara. Aksi sempat mereda setelah Kepala Kepolisian Resor Lampung Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Achmad Fudail mempertemukan wakil massa dengan panitia pemilihan. Namun pertemuan ini tidak mencapai kata sepakat karena Ketua DPRD Agus Satimanto meninggalkan ruang sidang seusai sidang pleno.
Dua dari empat korban yang terluka menderita luka di kepala dan bola mata akibat pukulan popor senjata aparat. Wanirsyah, seorang korban kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Abdul Muluk Bandar Lampung.(COK/Bisri Merduani)