Gedung Pusdai Jabar Diancam Diledakkan

Gedung Pusat Dakwah Islam Jabar di Bandung menerima ancaman bom dari seorang penelepon gelap. Polisi tak menemukan bom di gedung yang tengah dipakai menyelenggarakan sebuah seminar itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 November 2002, 17:28 WIB
Liputan6.com, Bandung: Aksi teror kembali melanda Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (2/11) pagi. Kali ini Gedung Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jabar di Jalan Diponegoro yang tengah dipakai Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Koordinator Wilayah Jabar menyelenggarakan seminar menerima ancaman bom. Menurut seorang resepsionis Pusdai, pria penelepon gelap itu menyebutkan bahwa seorang peserta seminar membawa bom dan akan meledakkannya tepat pukul 10.00 WIB.

Resepsionis gedung langsung melaporkan ke pimpinan Pusdai dan panitia seminar. Laporan ini kemudian diteruskan kepada polisi. Tak lama kemudian polisi tiba di lokasi dan langsung memeriksa peserta seminar. Namun, polisi tak menemukan peserta yang membawa bom seperti yang disebutkan penelepon gelap.

Polisi tak berhenti di situ saja. Tim Penjinak Bahan Peledak Brigade Mobil kepolisian Daerah Jabar menyisir ruangan seminar selama sekitar sejam. Tapi, lagi-lagi ancaman bom itu tak terbukti. Kegiatan pembukaan seminar yang diresmikan Ketua ICMI Pusat Adi Sasono ini tidak terganggu dan berlangsung lancar hingga selesai.

Seperti diketahui, Senin pekan silam bom rakitan berkekuatan rendah telah meledak di Bandung Supermal di kawasan Buah Batu. Tak ada korban jiwa dalam kasus peledakan tersebut, namun dilaporkan tiga orang mengalami luka-luka. Sebuah bom rakitan juga ditemukan di toilet Istana Plasa di Jalan Pasir Kaliki, beberapa jam sebelum ledakan di Bandung Supermal terjadi [baca: Polda Jabar Mengetahui Pengebom Mal Bandung].(ZAQ/Patria Hidayat)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya