Berpamitan, Jokowi Diberi Wayang dan Keris

Meski belum dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, calon gubernur terpilih Joko Widodo berpamitan dengan jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat apel di Balaikota Solo, Jawa Tengah.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 Oktober 2012, 10:23 WIB
Liputan6.com, Solo: Apel pagi yang biasa digelar di halaman Balaikota Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/10), berbeda dari biasanya.

Acara tersebut menjadi apel terakhir jajaran pegawai negeri sipil PNS dengan Walikota Joko Widodo yang terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ia pun mendapat cinderamata berupa wayang dan keris sebagai kenang-kenangan dari para PNS.

Apel pagi yang biasa dipimpin Jokowi, kali ini dipimpin Wakil Walikota Solo Hadi Rudyatmo selaku inspektur upacara. Sementara, Jokowi berada di antara pada kepala dinas Kota Solo. Kali ini, Jokowi pun tidak mengenakan beskap, busana Jawa yang biasa dikenakan setiap hari Kamis dan mengenakan baju batik. Pasalnya, beskap tersebut telanjur dibawa ke Jakarta untuk dikenakan saat pelantikan gubernur.

"Jangan sampai ada yang mengucapkan selamat jalan Pak Jokowi. Karena saya masih sering pulang ke Solo, seminggu sekali atau sebulan sekali untuk bertemu dengan Bapak dan Ibu semua," ujar Jokowi.

Ia mengaku enggan berpamitan karena dirinya hanya berpindah tempat dan jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pria kelahiran 21 Juni 1961 itu berjanji tetap sering bertemu dengan warga Solo untuk pulang ke kota kelahirannya itu. (ADI/YUS) 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya