Liputan6.com, Jakarta Setelah 15 tahun pensiun, Mike Tyson akhirnya kembali naik ring. Petinju yang dijuluki si Leher Beton tersebut tampil dalam duel ekhsibisi 8 ronde melawan Roy Jones Jr, Minggu (29/11/2020) WIB.
Frontline Battle--label pertarungan Mike Tyson vs Roy Jones Jr--bakal berlangsung di Staples Center, Los Angeles, California, Amerika Serikat. Kedua petinju yang sudah berusia kepala 5 itu rela baku pukul demi tujuan amal.
Advertisement
Pertarungan ini awalnya hendak digelar September 2020. Namun pihak promotor, Triller, memundurkan jadwalnya agar punya waktu lebih banyak mengumpulkan pemasukan yang lebih besar lagi. Rencananya, pendapatan dari duel ini, bakal disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.
Label ekhsibisi sebenarnya sudah cukup menggambarkan bahwa duel Mike Tyson Vs Roy Jones Jr hanya hiburan semata. Pertarungan tidak akan sekompetitif ketika keduanya masih menjadi atlet. Apalagi keduanya kini sudah berumur, Mike Tyson 54 tahun dan Jones Jr hanya 3 tahun lebih muda.
Komisi Atletik Negara Bagian California (CSAS) sebagai pengawas juga terkesan sangat hati-hati. Mereka telah menyiapkan sederet aturan demi mencegah kedua petinju celaka saat bertanding. Bahkan, Direktur Eksekutif CSAS, Andy Foster, sejak awal sudah memberi peringatan. Dia meminta publik jangan berharap pertemuan Tyson Vs Jones Jr tidak sekompetitif duel normal.
Tidak ada pemenang dan tidak ada KO karena menurutnya, duel hanya sebatas hiburan semata.
Sejak Mike Tyson pensiun 2005, pamor tinju kelas berat boleh dikatakan terus merosot. Juara demi juara muncul silih berganti, namun tidak satupun yang se-fenomenal Si Leher Beton. Karena itu wajar bila animo pecinta tinju dunia kembali meningkat saat Mike Tyson menyatakan keinginan comeback.
Publik seakan dibawa mundur ke era 90-an saat Tyson menyihir dunia lewat kepalan tangannya. Merontokkan lawan-lawannya lewat kemenangan KO yang terkadang hanya dalam hitungan detik. Era di mana panggung tinju kelas berat kembali gemerlap sejak ditinggalkan oleh Muhammad Ali.