Liputan6.com, Jakarta Tidak ada yang lebih memahami kembalinya Mike Tyson ke ring tinju sebaik George Foreman. Pengalaman yang pernah dilaluinya membuat Foreman sadar betapa beratnya pertarungan tersebut.
Mike Tyson seperti diketahui bakal berhadapan dengan Roy Jones Jr pada 28 November 2020. Duel ekshibisi yang bertujuan mengumpulkan dana amal ini akan digelar di Staples Center, LA, California.
Advertisement
Duel bakal berlangsung 8 ronde di bawah pengawasan Komisi Atlet Negara Bagian California (CSAS). Aturan telah dirancang untuk menghindari kedua petinju 'sepuh' itu untuk saling melukai.
Foreman sebenarnya tidak tahu alasan sesungguhnya Mike Tyson bersedia naik ring lagi. Apalagi usianya saat ini sudah menginjak 54 tahun dan lawannya, Jones Jr hanya terpaut tiga tahun lebih muda.
"Ini seperti kegilaan sementara," kata Foreman kepada Yahoosport.
"Ini seperti, orang tua yang ingin kembali berlayar di laut. Sepertinya semua terlihat damai, menyenangkan, jadi dia ingin melakukan itu. Lalu dia pergi dan ombak besar mulai datang dan lautan bergejolak, hujan mulai turun dan angin bertiup kencang. Lalu dia pun bertanya, 'Tuhan, kenapa aku melakukan ini semua,'," ujar mantan juara dunia kelas berat versi WBA dan IBF itu menambahkan.
"Ini terjadi kepada banyak dari kita. Dan Anda akhirnya menyadari Anda seharusnya tetap berada di tanah kering di mana semuanya aman dan nyaman. Satu hal yang berat ketika Anda memutuskan kembali lagi, Anda ingat apa yang seharusnya bisa Anda lakukan saat ini," kata Foreman.
Menurut Foreman, kekuatan dan waktu menjadi dua elemen yang hilang ketika Anda kembali dari pensiun. Dan menurutnya, hal itu sangat sulit untuk dikembalikan setelah bertahun-tahun vakum.
Saksikan juga video menarik di bawah ini
Pengalaman Foreman
Foreman sebelumnya juga pernah memutuskan pensiun setelah kalah dari Jimmy Young pada tahun 1977. Namun 10 tahun kemudian, Foreman kembali lagi dan berusaha memburu gelar juara dunia kelas berat. Setelah tujuh tahun, Foreman akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya dengan kemenangan KO atas Michael Moorer dan berhak menyandang sabut juara kelas berat WBA dan IBF.