Liputan6.com, Jakarta: Ketua Tim Penyidik Gabungan Inspektur Jenderal Polisi I Made Mangku Pastika menyebarluaskan tiga sketsa wajah yang dicurigai sebagai pelaku peledakan bom di Bali, Rabu (30/10) pukul 15.00 WITA. Ketiga sketsa yang ditunjukkan kepada wartawan berwajah Indonesia. Dua orang di antaranya diperkirakan berasal dari Jawa. Hal ini terlihat dari aksennya, ketika mereka berdialog dengan sopir taksi di sekitar Paddy`s Cafe, Jalan Legian, Kuta, sebelum bom meledak. Ketiga orang itu kini berstatus tersangka.
Reporter SCTV Alam Burhanan melaporkan bahwa I Made Mangku Pastika tak menyebutkan organisasi dan nama ketiga pelaku itu. Ia hanya menduga bahwa seorang di antara mereka berasal dari Jawa Tengah dan satu lagi dari Jawa Timur. Saat ini polisi terus memburu tiga tersangka, baik di Bali maupun di luar Pulau Dewata. Made memperkirakan ketiga pelaku masih berada di Indonesia [baca: Mangku Pastika: Operator Pengeboman Warga Indonesia].
Lebih jauh Made mengatakan bahwa hasil skesta ketiga pelaku adalah hasil kerja Polri, bukan berdasarkan laporan intelijen. Saksi yang diperiksa polisi menyebutkan bahwa ciri-ciri orang dalam sketsa sama dengan yang meletakkan bungkusan--diduga bom--di depan Paddy`s Caffe.
Sebenarnya, baik polisi Indonesia maupun Australia sudah membuat sketsa wajah para tersangka. Ada kesamaan dan ada pula perbedaan dari masing-masing gambar yang dibuat. Namun, mengingat polisi kedua negara ini menggunakan sumber yang sama maka sketsa wajah dari polisi Indonesia-lah yang disebar.
Di Jakarta, Kepala Dinas Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Polisi Prasetyo juga mempublikasikan tiga sketsa wajah orang yang dicurigai sebagai pelaku peledakan Bali. Saat mempublikasikan, Prasetyo menyebutkan ciri-ciri ketiga tersangka itu. Namun, Prasetyo belum bisa memastikan yang bertindak sebagai operator dari tiga orang itu.
Dalam Sketsa pertama terungkap bahwa pelaku peledakan adalah pria berumur 27 tahun. Tinggi badannya 170 sentimeter dan berat antara 45-50 kilogram. Laki-laki berkulit gelap itu berbadan langsing, mata hitam gelap, bulu mata agak lentik, rambut pendek dan hitam kecokelatan. Namun, polisi belum mengetahui asal suku pria tersebut. Dipastikan wajahnya tipikal orang Melayu.
Sedangkan pada sketsa kedua terlihat bahwa lelaki itu diperkirakan berusia 30 tahun. Tinggi badannya antara 160-165 sentimeter. Berbadan gemuk, berperawakan tambun dengan pipi tembem, dan bibir agak tebal. Matanya sayu seperti mengantuk. Saksi menyebutkan bahwa lelaki itu berambut lurus dan menggunakan pakaian warna hijau saat peledakan terjadi. Polisi menyebutkan pria ini berasal dari Jawa Timur.
Pada sketsa ketiga disebutkan bahwa pelaku adalah seorang laki-laki juga. Ia berasal dari suku Jawa. Usianya 20 tahun dengan tinggi 170 sentimeter. Beratnya diperkirakan 60 kilogram. Rambutnya hitam lurus panjang sebahu. Warna kulitnya gelap.
Dengan publikasi sketsa ini, Prasetyo mengatakan, ketiga orang itu masuk dalam Daftar Pencarian Orang. Saat ini Polri sudah menyebar tim untuk memburu ketiga tersangka tersebut. Ia mengimbau masyarakat memberi tahu polisi apabila melihat ketiga orang tersebut [baca: Tiga Analisa Polisi Mengungkap Pelaku Bom Bali].(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)
Reporter SCTV Alam Burhanan melaporkan bahwa I Made Mangku Pastika tak menyebutkan organisasi dan nama ketiga pelaku itu. Ia hanya menduga bahwa seorang di antara mereka berasal dari Jawa Tengah dan satu lagi dari Jawa Timur. Saat ini polisi terus memburu tiga tersangka, baik di Bali maupun di luar Pulau Dewata. Made memperkirakan ketiga pelaku masih berada di Indonesia [baca: Mangku Pastika: Operator Pengeboman Warga Indonesia].
Lebih jauh Made mengatakan bahwa hasil skesta ketiga pelaku adalah hasil kerja Polri, bukan berdasarkan laporan intelijen. Saksi yang diperiksa polisi menyebutkan bahwa ciri-ciri orang dalam sketsa sama dengan yang meletakkan bungkusan--diduga bom--di depan Paddy`s Caffe.
Sebenarnya, baik polisi Indonesia maupun Australia sudah membuat sketsa wajah para tersangka. Ada kesamaan dan ada pula perbedaan dari masing-masing gambar yang dibuat. Namun, mengingat polisi kedua negara ini menggunakan sumber yang sama maka sketsa wajah dari polisi Indonesia-lah yang disebar.
Di Jakarta, Kepala Dinas Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Polisi Prasetyo juga mempublikasikan tiga sketsa wajah orang yang dicurigai sebagai pelaku peledakan Bali. Saat mempublikasikan, Prasetyo menyebutkan ciri-ciri ketiga tersangka itu. Namun, Prasetyo belum bisa memastikan yang bertindak sebagai operator dari tiga orang itu.
Dalam Sketsa pertama terungkap bahwa pelaku peledakan adalah pria berumur 27 tahun. Tinggi badannya 170 sentimeter dan berat antara 45-50 kilogram. Laki-laki berkulit gelap itu berbadan langsing, mata hitam gelap, bulu mata agak lentik, rambut pendek dan hitam kecokelatan. Namun, polisi belum mengetahui asal suku pria tersebut. Dipastikan wajahnya tipikal orang Melayu.
Sedangkan pada sketsa kedua terlihat bahwa lelaki itu diperkirakan berusia 30 tahun. Tinggi badannya antara 160-165 sentimeter. Berbadan gemuk, berperawakan tambun dengan pipi tembem, dan bibir agak tebal. Matanya sayu seperti mengantuk. Saksi menyebutkan bahwa lelaki itu berambut lurus dan menggunakan pakaian warna hijau saat peledakan terjadi. Polisi menyebutkan pria ini berasal dari Jawa Timur.
Pada sketsa ketiga disebutkan bahwa pelaku adalah seorang laki-laki juga. Ia berasal dari suku Jawa. Usianya 20 tahun dengan tinggi 170 sentimeter. Beratnya diperkirakan 60 kilogram. Rambutnya hitam lurus panjang sebahu. Warna kulitnya gelap.
Dengan publikasi sketsa ini, Prasetyo mengatakan, ketiga orang itu masuk dalam Daftar Pencarian Orang. Saat ini Polri sudah menyebar tim untuk memburu ketiga tersangka tersebut. Ia mengimbau masyarakat memberi tahu polisi apabila melihat ketiga orang tersebut [baca: Tiga Analisa Polisi Mengungkap Pelaku Bom Bali].(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)